Gempa 5,1 Skala Richter Tidak Membuat Warga Ketapang Kota Panik

Suasana di bundaran ale ale kota ketapang sore menjelang magrib. Lalu lintas dan aktivitas masyarakat paska gempa bumi di Kendawangn terlihat normal.
Suasana di bundaran ale ale kota ketapang sore menjelang magrib. Lalu lintas dan aktivitas masyarakat paska gempa bumi di Kendawangn terlihat normal.

KETAPANG, KBOke – Gempa 5,1 SR yang mengguncang daerah Sukamara, Kendawangan, dan sekitarnya, di Ketapang Kalimantan Barat jum’at pagi(24/6) tidak membuat panik masyarakat Ketapang, khususnya masyarakat yang berada di pusat kota bumi Ale ale. Sejak pagi aktivitas masyarakat berjalan normal seperti biasanya.

Oktaviani(23), salah seorang warga Ketapang saat dikonfirmasi Kalbaroke.com mengungkapkan, “Alhamdulillah, sampai saat ini kami aman. Tidak ada kepanikan, tidak ada bangunan roboh, dan tidak ada guncangan kuat yang kami rasakan sejak tadi pagi higga sore menjelang waktu berbuka puasa ini”. Oktaviani yang merupakan karyawan showroom motor di ketapang ini membenarkan bahwa memang telah terjadi gempa bumi, dirinya mendapatkan informasi sekitar pukul 8.00 pagi dari temannya. “Akan tetapi gempa terjadi di daerah Sukamara, Kalimantan Tengah, Perbatasan Kalbar dan Kalteng. Masih jauh dari Ketapang, sekitar 4 jam lamanya jika menempuh perjalanan laut”, tulis Okta lewat pesan BBM.

Tidak hanya Okta, Supardianyah selaku aktivis HMI cabang Ketapang ketika dihubungi juga mengungkapkan hal serupa. “Kita di sini masih aman aman saja, guncangan gempa tidak sampai kami rasakan. Saya dan teman teman di kampus saat mendapat informasi juga tidak terlalu panik karena lokasi terjadi nya gempa tersebut masih jauh dari kota”, ujat pria yang akrab disapa Long Supar ini.

Baca :  Siap-Siap! Cap Go Meh Singkawang 2026 Bakal Spektakuler, Berikut Informasi Tiket Podium dan Tour Guide

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa tektonik memang sempat terjadi di Kendawangan, Ketapang dan Sukamara Kalteng pada pukul 7.41 WIB. Getaran dirasakan semua penduduk. Belum ada laporan yang menyatakan adanya korban jiwa, hanya kerusakan ringan bangunan bangunan penduduk.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, S.Si.,M.Si menjelaskan, hasil monitoring BMKG, gempa susulan sudah terjadi satu kali.Masyarakat Kabupaten Ketapang keseluruhan diharapkan tetap waspada serta tidak terpancing isu karena gempa bumi susulan yang terjadi kekuatan semakin kecil dan tidak ada potensi akan terjadinya gempa yang lebih besar.(Aw)