KalbarOke.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi siswa SMKN 1 Sintang yang berhasil merakit mobil listrik secara mandiri. Rasa bangga tersebut disampaikan Gubernur usai menjajal langsung performa kendaraan ramah lingkungan tersebut dalam kunjungan kerjanya ke sekolah tersebut, Senin (23/2/2026).
Menurut Gubernur, keberhasilan para siswa ini merupakan bukti nyata bahwa generasi muda Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk bersaing di bidang teknologi dan otomotif masa depan.
“Terima kasih, anak-anak kita sudah bisa merakit mobil listrik sendiri. Tadi sudah saya coba langsung,” ujar Ria Norsan dengan nada bangga.
Agar inovasi ini tidak berhenti sebagai purwarupa saja, Gubernur mendorong adanya kolaborasi nyata antara pihak sekolah dengan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sintang. Ia berharap dunia industri dapat memberikan dukungan pengembangan agar karya siswa ini bisa diproduksi lebih luas dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Di samping isu teknologi, Gubernur juga menyoroti tantangan besar terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat. Saat ini, IPM Kalbar berada di angka 72,09 dan menduduki peringkat kelima di Pulau Kalimantan.
Salah satu ganjalan utamanya adalah masih adanya sekitar 25 persen masyarakat usia produktif yang belum menamatkan jenjang SMA karena sudah terlanjur bekerja. Menanggapi hal ini, Ria Norsan meluncurkan strategi baru yang meminta tenaga pendidik untuk lebih proaktif.
“Sekolah yang datang ke perusahaan untuk mengajar mereka. Itu upaya kita meningkatkan IPM,” pungkasnya.
Strategi “jemput bola” ini diharapkan menjadi solusi bagi para pekerja yang sulit kembali ke bangku sekolah formal. Dengan mendatangi lokasi kerja untuk memberikan pembelajaran penyetaraan (SD, SMP, maupun SMA), Pemprov Kalbar optimis angka rata-rata lama sekolah akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan mendongkrak posisi IPM Kalimantan Barat.
Ringkasan Berita
*Gubernur Kalbar Ria Norsan menguji coba mobil listrik rakitan siswa SMKN 1 Sintang pada Senin (23/2/2026).
*Gubernur meminta dunia industri di Sintang berkolaborasi untuk memproduksi massal dan memanfaatkan inovasi teknologi siswa SMK tersebut.
*IPM Kalbar saat ini tercatat di angka 72,09, masih berada di peringkat kelima se-Kalimantan, sehingga diperlukan terobosan pendidikan.
*Strategi baru diusulkan agar sekolah mendatangi perusahaan (jemput bola) guna mengajar pekerja yang belum lulus SMA agar mendapatkan ijazah penyetaraan.
*Fokus utama kebijakan ini adalah meningkatkan taraf pendidikan warga usia produktif demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat.







