KalbarOke.Com – Gubernur Kalbar Ria Norsan tegaskan komitmen tingkatkan kualitas SDM pada Apel Awal Tahun 2026 bersama jajaran ASN Pemprov, Senin (5/1/2026). Ia menargetkan posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar naik signifikan. Targetnya adalah menempati posisi nomor dua di Kalimantan pada tahun 2030 mendatang.
“Target kita pada akhir masa jabatan di tahun 2030 adalah IPM kita tidak lagi terbelakang di antara lima provinsi di Kalimantan,” tegas Ria Norsan di hadapan para pegawainya.
Strategi “keroyokan” akan dilakukan dengan melibatkan Dinas Pendidikan, Kesehatan, hingga PKK tingkat desa guna dongkrak kualitas layanan publik. Pemerintah ingin layanan pendidikan merata hingga pelosok.
Capaian ekonomi tahun 2025 yang stabil menjadi modal kuat untuk jalankan program tersebut. Inflasi yang terjaga berikan ruang bagi pemerintah daerah fokus pada sektor pembangunan manusia.
Sektor infrastruktur juga jadi fokus utama melalui penyelesaian enam ruas jalan strategis di seluruh Kalbar. Jalur Sukadana – Teluk Batang ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026 sebagai penunjang perhelatan MTQ.
“Jika jalur ini terhubung sempurna, waktu tempuh dari Pontianak ke Kayong Utara diperkirakan dapat dipangkas secara signifikan hingga hanya memakan waktu sekitar 6 jam saja,” terangnya.
Pemerintah juga membuka akses baru Perawas – Pontianak guna memperlancar arus logistik daerah. Kemajuan infrastruktur ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.
Selain pembangunan fisik, Gubernur ingatkan pentingnya kedisiplinan ASN pada hari pertama kerja tahun 2026. Inspeksi mendadak dilakukan ke seluruh ruangan guna pastikan kehadiran seluruh pegawai tanpa terkecuali.
Tindakan tegas berupa hukuman ringan akan diberikan bagi aparatur yang terbukti bolos tanpa keterangan jelas. Kinerja yang optimal dari pegawai menjadi kunci suksesnya pencapaian target ambisius pemerintah daerah.
Ringkasan Berita
• Gubernur Ria Norsan pimpin Apel Awal Tahun 2026 dan targetkan IPM Kalbar naik ke posisi dua di Kalimantan pada 2030.
• Pemprov Kalbar lakukan strategi “keroyokan” lintas dinas untuk tingkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan desa.
• Enam ruas jalan strategis dipacu penyelesaiannya, termasuk jalur Sukadana-Teluk Batang yang ditargetkan tuntas Agustus 2026.
• Waktu tempuh Pontianak menuju Kayong Utara diproyeksikan hanya 6 jam jika seluruh jalur baru sudah terhubung sempurna.
• Gubernur lakukan sidak kehadiran ASN di hari pertama kerja serta siapkan sanksi bagi pegawai yang terbukti membolos.






