Dihadiri Penasehat Presiden Muhadjir Effendi, Sekda Kalbar Ajak Jamaah Haji Muhammadiyah Luruskan Niat

Sekda Kalbar Harisson melepas jamaah calon haji KBIHU Muhammadiyah 1447 H di Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Minggu (5/4/2026) yang dihadiri Prof. Muhadjir Effendi. (Foto: Adp)

KalbarOke.Com — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menghadiri agenda Silaturahmi Idulfitri 1447 H sekaligus melepas secara resmi Jamaah Calon Haji yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Kalimantan Barat tahun 1447 H/2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Pontianak pada Minggu (5/4/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Penasehat Presiden Bidang Haji, Prof. Muhadjir Effendi. Selain itu, hadir pula jajaran pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalbar beserta ratusan jamaah calon haji yang bersiap menuju tanah suci.

Dalam sambutannya, Harisson menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Prof. Muhadjir Effendi di Bumi Khatulistiwa. Kehadiran tokoh nasional tersebut dinilai sebagai kehormatan besar serta penyemangat bagi keluarga besar Muhammadiyah di Kalimantan Barat.

Harisson menekankan bahwa Idulfitri dan keberangkatan haji merupakan momentum untuk memperkuat komitmen spiritual. Ia juga menyebut PW Muhammadiyah Kalimantan Barat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam sektor pendidikan, dakwah, hingga pelayanan sosial.

“Silaturahmi ini adalah momentum untuk mempererat kebersamaan dalam membangun umat dan bangsa. Idulfitri mengajarkan kita kembali kepada kesucian dan menata hati,” ujar Harisson pada Minggu (5/4/2026).

Baca :  Sembilan Bulan Baru Lengkap! Ketua BPM Kalbar Kritik Lambannya Kasus Oli Palsu Libatkan Edi Chou

Terkait pelaksanaan haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 ini, Harisson memaparkan adanya sejumlah kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Agama RI. Fokus utama tahun ini terletak pada digitalisasi layanan guna meningkatkan efisiensi dan keamanan jamaah.

Beberapa poin kebijakan baru yang disosialisasikan antara lain penggunaan Sistem Visa Elektronik untuk mempermudah administrasi, serta manajemen transportasi yang lebih tertata di tanah suci. Selain itu, pemeriksaan kesehatan dan layanan medis akan ditingkatkan secara signifikan.

“Mari kita sambut kebijakan ini dengan kesiapan dan kesabaran. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap mendukung koordinasi dengan KBIHU Muhammadiyah agar jamaah memperoleh pelayanan terbaik,” tambahnya.

Harisson memberikan pesan menyentuh agar para jamaah senantiasa menjaga kemurnian niat selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut. Ia mengingatkan bahwa perjalanan ke tanah suci adalah perjalanan spiritual, bukan ajang mencari kebanggaan duniawi.

Lurusnya niat dianggap sebagai kunci utama untuk meraih predikat haji yang mabrur. Harisson berharap seluruh jamaah asal Kalimantan Barat dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat serta membawa keberkahan bagi daerah.

Baca :  Polres Kubu Raya Buru Kendaraan Modifikasi Penimbun BBM, Stok Dipastikan Aman Selama Lebaran

“Kepada bapak dan ibu jamaah calon haji, luruskan niat hanya karena Allah Subhanawata’ala. Jangan jadikan ibadah haji sebagai kebanggaan duniawi, melainkan sebuah perjalanan spiritual menuju ridha-Nya,” pungkas Harisson.


Ringkasan Berita

Sekda Kalbar Harisson melepas jamaah calon haji KBIHU Muhammadiyah Kalbar tahun 1447 H di UM Pontianak, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penasehat Presiden Bidang Haji, Prof. Muhadjir Effendi, sebagai tamu kehormatan.

Harisson mensosialisasikan kebijakan baru haji 2026 yang fokus pada digitalisasi layanan, mulai dari visa elektronik hingga manajemen transportasi di Arab Saudi.

Pemprov Kalbar berkomitmen terus bersinergi dengan Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam pembinaan jamaah haji secara fisik maupun spiritual.

Jamaah diingatkan untuk menjaga kesehatan dan meluruskan niat ibadah semata-mata karena Allah Subhanawata’ala demi meraih haji yang mabrur.