Tak Lagi Gratis! Jembatan Melobok Bodok-Meliau Bisa Dilalui Lagi, Pengedara Dikenai Tarif

Jembatan Melobok Sanggau kembali fungsional setelah perbaikan darurat swadaya warga. Kendaraan yang melintas dikenakan kontribusi biaya untuk sewa alat berat. (Foto: Fb/Yefta)

KalbarOke.Com — Akses transportasi masyarakat Bodok-Meliau, tepatnya di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mulai kembali berjalan pada Rabu (8/4/2026). Hal ini terjadi setelah dilakukan perbaikan darurat pada Jembatan Melobok yang sebelumnya terputus total akibat cuaca ekstrem.

Langkah cepat ini diambil oleh Pemerintah Desa Melobok bersama masyarakat setempat secara swadaya. Upaya penimbunan badan jalan dan penguatan akses jembatan yang menghubungkan Bodok-Meliau ini dilakukan menggunakan material tanah dengan bantuan dua unit alat berat jenis ekskavator.

Menariknya, untuk menutupi biaya sewa alat berat dan operasional pekerjaan, masyarakat bersama pemerintah desa menerapkan sistem kontribusi bagi kendaraan yang melintas. Kebijakan ini merupakan bentuk partisipasi warga agar jalur vital tersebut tetap dapat difungsikan.

Berdasarkan kesepakatan, kendaraan roda enam dikenakan tarif Rp100.000, kendaraan roda empat Rp50.000, sedangkan untuk kendaraan roda dua bersifat sukarela. Hingga saat ini, pihak kepolisian mengakui tak menemukan adanya keluhan dari masyarakat terkait kebijakan biaya tersebut.

Kapolsek Meliau, Iptu Supar, mengapresiasi inisiatif warga yang mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi krisis infrastruktur. Sinergi ini dinilai menjadi solusi efektif sebelum adanya penanganan permanen dari pemerintah provinsi.

Baca :  Atasi Panic Buying, Pemkot Singkawang Batasi Pembelian BBM dan Atur Jam Operasional SPBU

“Kami mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Melobok yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umum. Polri akan terus hadir melakukan pengawasan serta membantu menjaga keamanan selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Iptu Supar pada Rabu (8/4/2026).

Iptu Supar menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini hanyalah solusi darurat. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan instansi teknis terkait rencana pembangunan jangka panjang untuk jembatan yang berada di jalur vital ekonomi tersebut.

Menurut Kapolesek, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak External Control Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Rayon Meliau–Parindu, Edmund, sudah ada kepastian waktu pembangunan. Jembatan beton permanen dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang.

“Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar akses transportasi tetap berfungsi,” tambahnya.

Sebelumnya, jembatan ini terputus akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Meliau pada Minggu malam (5/4/2026). Kerusakan berat tersebut sempat melumpuhkan distribusi barang dan mobilitas warga menuju pusat pelayanan publik.

Baca :  Niat Rekreasi Berujung Duka, IA Meninggal Terseret Arus Deras Saat Berfoto di Riam Landau

Kini, dengan kembali dibukanya jalur Jembatan Melobok, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berangsur normal. Pihak kepolisian akan terus melakukan monitoring di lapangan guna memastikan keselamatan pengguna jalan yang melintasi jembatan darurat tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati mengingat kondisi jembatan saat ini masih bersifat sementara dan rentan jika kembali dihantam cuaca ekstrem sebelum pembangunan permanen dimulai Juni nanti.


Ringkasan Berita

  • Jembatan Melobok di Penghubung Bodok-Meliau kembali fungsional pada Rabu (8/4/2026) setelah diperbaiki secara swadaya menggunakan alat berat sewa.
  • Kendaraan yang melintas dikenakan biaya kontribusi (R6 Rp100 ribu, R4 Rp50 ribu, R2 sukarela) untuk menutupi biaya operasional dan sewa ekskavator.
  • Kapolsek Meliau Iptu Supar memastikan situasi aman dan mendukung langkah gotong royong warga demi memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh.
  • Pembangunan jembatan beton permanen oleh Dinas PU Provinsi Kalbar dijadwalkan akan dimulai pada Juni 2026 mendatang.
  • Perbaikan darurat ini melibatkan metode penimbunan tanah agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat segera melintasi jalur penghubung antarwilayah tersebut.