KalbarOke.com – Arus komoditas pertanian impor yang membanjiri Kalimantan Barat memantik alarm kewaspadaan. Mengantisipasi ancaman organisme mikroskopis yang mengintai dari balik butiran kedelai hingga siung bawang, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat menggembleng para pejabat fungsionalnya lewat pelatihan khusus (In House Training) identifikasi nematoda di Kantor BKHIT Kalbar, Selasa hingga Rabu (29–30/9/2026).
Langkah taktis ini bukan tanpa alasan. Volume lalu lintas komoditas pangan di Kalbar tergolong masif. Data karantina mencatat, impor kacang tanah menembus angka ratusan ton yang didatangkan langsung dari India dan Tiongkok. Sementara itu, pasokan kedelai impor tercatat masuk belasan kali dari Amerika Serikat dan Kanada melalui pintu gerbang Pelabuhan Dwikora, Pontianak. Belum lagi komoditas bawang-bawangan yang rutin mendesak pasar lokal dari Pulau Jawa.
Padatnya arus lalu lintas pangan ini membuka celah masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) golongan nematoda. Parasit siluman berukuran mikroskopis ini meliputi Heterodera glycines (A1) yang kerap menyusup pada kedelai, Ditylenchus destructor pada bawang, hingga Meloidogyne spp. yang mengancam komoditas kacang tanah.
Dalam pelatihan intensif tersebut, para peserta—yang merupakan pejabat fungsional dari berbagai Satuan Pelayanan (Satpel)—ditempa langsung oleh narasumber ahli Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Mereka dibekali teknik pengamatan mikroskopis tingkat tinggi guna mengenali struktur morfologi kunci, mulai dari bentuk stilet, organ pencernaan, hingga sidik perineal (perineal pattern) pada nematoda betina.
Meneliti makhluk kasat mata ini menuntut ketelitian tingkat dewa serta kesabaran ekstra. Peserta dilatih memancing dan mengisolasi nematoda tanpa merusak organ tubuhnya yang sangat rapuh. Penguasaan teknik preparasi laboratorium ini menjadi benteng penentu keabsahan diagnosis sebelum komoditas dinyatakan aman dilepas ke masyarakat.
Kepala Karantina Kalbar, Ferdi, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme para peserta. Ia menegaskan, penguatan kapasitas pengujian laboratorium merupakan fondasi mutlak dalam mengawal kedaulatan pangan daerah dan melindungi petani lokal dari hantaman hama serta penyakit tanaman lintas negara.
“Karantina Kalimantan Barat berkomitmen memperketat pengawasan lalu lintas komoditas pertanian demi membentengi ekosistem pertanian daerah dari ancaman parasit luar,” tegas Ferdi. (*/)
