KalbarOke.Com — Karantina Kalimantan Barat bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak menggelar sosialisasi mitigasi risiko Virus Nipah (NiV) dan Peste Des Petits Ruminants (PPR) di Bandara Internasional Supadio, Selasa (3/2/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperketat pengawasan di pintu masuk negara guna mencegah masuknya penyakit berbahaya ke wilayah Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Angkasa Pura Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia tentang kewaspadaan pencegahan Virus Nipah melalui media pembawa.
Kepala Karantina Kalbar, Ferdi, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap setiap komoditas yang masuk melalui jalur udara, terutama mengingat posisi strategis Bandara Supadio dalam penerbangan internasional.
“Bandara Supadio adalah pintu masuk strategis. Kita harus memastikan setiap media pembawa yang berisiko, baik hewan maupun produk, diawasi ketat agar tidak menjadi jalur masuk penyakit berbahaya,” tutur Ferdi pada Selasa (03/02).
Sementara itu, Kepala BKK Pontianak, Mokhamad Zainul, menekankan bahwa perlindungan masyarakat dari ancaman zoonosis—penyakit yang menular dari hewan ke manusia—memerlukan kolaborasi yang solid antarinstansi.
“Koordinasi lintas sektor adalah kunci. Dengan sinergi antara karantina hewan, ikan, tumbuhan, dan kesehatan, kita dapat melindungi masyarakat dari ancaman zoonosis seperti Virus Nipah,” ungkap Zainul.
Mengingat Malaysia saat ini berstatus belum bebas Virus Nipah, kewaspadaan di jalur kedatangan internasional menjadi prioritas utama. Dalam kegiatan ini ditegaskan bahwa pemasukan hewan hidup seperti kelelawar, babi, dan kuda dari negara tertular akan dikenakan tindakan tegas berupa penolakan atau pemusnahan sesuai pedoman yang berlaku.
Selain penguatan pengawasan internal dan penerapan biosekuriti, sosialisasi ini juga menyasar para pemangku kepentingan (stakeholder) bandara serta masyarakat luas. Melalui edukasi mengenai cara penularan dan dampak kesehatan, diharapkan masyarakat lebih memahami dan mendukung peran karantina dalam melindungi kesehatan nasional dari beranda depan Kalimantan Barat.
Ringkasan Berita
*Karantina Kalbar dan BKK Pontianak melaksanakan sosialisasi pencegahan Virus Nipah dan PPR di Bandara Supadio pada Selasa (3/2/2026).
*Kegiatan merujuk pada Surat Edaran Badan Karantina Indonesia No. 320 TA 2026 tentang kewaspadaan dini ancaman virus.
*Kepala Karantina Kalbar Ferdi instruksikan pengawasan ketat terhadap media pembawa hewan dan produk asal Malaysia.
*Kepala BKK Mokhamad Zainul menyebut sinergi lintas sektor sebagai kunci proteksi terhadap ancaman penyakit zoonosis.
*Hewan hidup dari negara tertular seperti kelelawar, babi, dan kuda akan ditolak atau dimusnahkan guna menutup celah masuknya virus.






