Kasus Anak di NTT Jadi Perhatian Nasional, Komisi IX DPR Sebut Darurat Kesehatan Mental

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini. Foto: tangkapan layer YouTube PonTV

KalbarOke.com – Kasus meninggalnya seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga berkaitan dengan tekanan sosial dan keterbatasan ekonomi menjadi perhatian nasional. Komisi IX DPR RI menilai peristiwa tersebut sebagai sinyal darurat kesehatan mental anak yang memerlukan penanganan serius dan segera dari pemerintah pusat maupun daerah.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mengatakan kondisi kesehatan mental anak-anak di Indonesia saat ini berada pada tahap mengkhawatirkan. Ia menilai kasus di NTT bukan peristiwa tunggal, melainkan cerminan persoalan yang lebih luas.

“Ini menjadi wake up call bagi kita semua. Tidak mungkin anak seusia itu mengambil keputusan ekstrem tanpa tekanan psikologis yang sangat berat,” kata Yahya dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca :  Siswa SMP di Kubu Raya Lempar Bom Molotov, Densus 88 Ungkap Paparan Konten Kekerasan

Komisi IX menyoroti data yang menunjukkan satu dari tiga anak berusia 10 hingga 17 tahun mengalami gangguan kesehatan mental. Generasi Z dan Generasi Alpha dinilai sebagai kelompok yang paling rentan, terutama akibat paparan teknologi digital dan media sosial yang berlebihan.

Menurut Yahya, penggunaan gawai tanpa pendampingan memicu kelelahan mental dan menurunkan daya tahan psikologis anak. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh tekanan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan mental.

Selain faktor individu, Komisi IX juga menekankan pentingnya peran keluarga. Edukasi bagi orang tua dinilai krusial agar anak mendapatkan ruang sosial yang sehat serta perhatian emosional yang memadai. “Kondisi keluarga yang tidak harmonis menjadi salah satu faktor risiko yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.

Baca :  Kapolda Kalbar: Aksi Molotov Siswa SMP Dipicu Bullying dan Tekanan Mental

Sebagai langkah pencegahan, Komisi IX mendorong agar aspek kesehatan mental dimasukkan ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), khususnya bagi anak usia dini. Langkah ini dianggap penting mengingat meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental hingga bunuh diri pada usia muda.

Komisi IX menegaskan penanganan kesehatan mental anak tidak bisa ditunda. Keterlibatan aktif pemerintah, sekolah, dan orang tua disebut menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang di berbagai daerah. (*/)