Klaim Pertamina Suplai Aman, Faktanya Pertalite hingga Pertamax Langka di Pontianak dan Kubu Raya

Meski Pertamina mengklaim tambah suplai 100 ribu liter, kenyataan di lapangan SPBU Pontianak dan Kubu Raya masih kosong dan antrean kendaraan mengular. (Foto: Istimewa)

KalbarOke.Com — Klaim PT Pertamina Patra Niaga kemarin di depan Wali Kota Pontainak mengenai penambahan suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan. Hingga Kamis (12/3/2026) sore, sejumlah SPBU di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan sekitarnya terpantau masih mengalami kekosongan stok, baik jenis Pertalite maupun Pertamax.

Padahal, pihak Pertamina sebelumnya memastikan ketersediaan bahan bakar tetap aman terkendali di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalbar, Widhi Tri Ardhi Hidayat, sempat menyatakan bahwa pihaknya telah menambah pasokan secara signifikan.

“Selama lima hari terakhir kami menambah suplai sekitar 100 ribu liter per hari. Normalnya konsumsi BBM di Pontianak sekitar 500 ribu liter per hari,” jelas Widhi pada Rabu (11/3/2026).

Namun, pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih mengular panjang di hampir setiap SPBU yang masih memiliki stok.

Kondisi ini memicu keresahan warga, salah satunya Silvi, warga Pontianak yang harus mengantre berjam-jam di SPBU Paris II demi mendapatkan bensin untuk menjemput anaknya.

Baca :  Sembilan Bulan Baru Lengkap! Ketua BPM Kalbar Kritik Lambannya Kasus Oli Palsu Libatkan Edi Chou

“Sebelumnya saya tadi sempat mengantre tetapi karena terlalu lama dan harus menjemput anak sekolah, saya keluar dari antrean. Sekarang lanjut lagi karena bensin hampir habis,” keluh Silvi.

Kelangkaan ini pun berdampak buruk pada harga di tingkat konsumen bawah. Situasi sulit ini dimanfaatkan oleh sejumlah oknum pengecer di kios-kios pinggir jalan.

Harga Pertalite yang biasanya dipatok Rp12 ribu per liter di kios eceran, kini dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai Rp15 ribu per liter.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya sempat mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena pemerintah menjamin distribusi tetap lancar.

Pihak kepolisian melalui Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto juga sudah menegaskan akan menindak tegas setiap praktik penimbunan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak agar tidak melakukan penimbunan BBM. Apabila ditemukan, tentu akan kami lakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Baca :  Warga Pontianak Barat Harap Bersabar, Pelebaran Jalan Komyos Soedarso Ditunda

Meski demikian, fakta bahwa banyak papan informasi SPBU bertuliskan “BBM Habis” pada Kamis sore memicu tanda tanya besar di masyarakat mengenai efektivitas tambahan suplai tersebut.

Warga berharap koordinasi antara pemerintah dan Pertamina tidak hanya berakhir pada pernyataan di atas kertas, melainkan benar-benar menyelesaikan kemacetan antrean di lapangan.


Ringkasan Berita

*SPBU di Pontianak dan Kubu Raya terpantau kosong dan mengalami antrean panjang hingga Kamis (12/3/2026) sore.

*Pertamina sebelumnya mengklaim telah menambah suplai 100 ribu liter per hari di atas konsumsi normal 500 ribu liter.

*Kelangkaan ini memicu lonjakan harga di tingkat kios pengecer dari Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per liter.

*Wali Kota Pontianak dan Kapolresta mengimbau warga tetap tenang dan memperingatkan akan menindak tegas penimbun.

*Warga merasa kesulitan beraktivitas karena waktu habis terbuang dalam antrean panjang untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax.