SDM Industri Go Global! 4.000 Warga Indonesia Berangkat Kerja ke Jerman

Kemenperin mendukung kerja sama penempatan 4.000 tenaga kerja Indonesia di Jerman sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi SDM industri dan memperkuat posisi Indonesia di rantai nilai global. Foto: dok Kemenperin

KalbarOke.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri agar mampu bersaing di tingkat global. Salah satu langkah yang didorong pemerintah adalah membuka peluang kerja sama internasional yang memungkinkan tenaga kerja Indonesia meningkatkan kompetensi sekaligus mengakses pasar kerja global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kualitas SDM industri menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi industri nasional serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

“Kemenperin terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja industri agar memiliki keterampilan, disiplin, dan kemampuan adaptasi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern. Dengan SDM yang unggul, industri nasional akan semakin kompetitif dan mampu berperan dalam rantai pasok global,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Salah satu upaya yang mendapat apresiasi Kemenperin adalah kerja sama pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Jerman melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT Tenriawaru Elite International dan perusahaan perekrutan tenaga kerja asal Jerman, Aurelium Global Talent GmbH.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Frankfurt, Jerman, pada 25 Februari 2026.

Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Konektivitas dan Pengembangan Sistem Logistik Emmanuel Lestarto Wanandi mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan global terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia.

“Kami mengapresiasi langkah strategis ini. Kerja sama ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap potensi sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Jerman di sektor industri,” kata Wanandi dalam sambutannya mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi.

Baca :  Pesan Dramaga Disuarakan, Rimbawan Tegaskan Komitmen Kawal Kebijakan Kehutanan Berbasis Sains

Melalui kerja sama tersebut, PT Tenriawaru Elite International dipercaya untuk memenuhi kebutuhan sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia yang akan ditempatkan di berbagai sektor industri di Jerman.

Menurut Wanandi, program ini tidak hanya membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan peningkatan keterampilan dan pengalaman internasional yang dapat memperkuat daya saing SDM nasional.

Kemenperin, kata dia, mendukung penuh inisiatif kerja sama tenaga kerja internasional yang terstruktur, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Kami siap memperkuat keselarasan standar kompetensi, penjaminan mutu pelatihan, serta kerangka sertifikasi agar pekerja Indonesia yang ditempatkan di luar negeri menjunjung tinggi profesionalisme dan keunggulan,” ujarnya.

Wanandi berharap kerja sama tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai program konkret yang berdampak jangka panjang, mulai dari peningkatan keterampilan tenaga kerja hingga penguatan kolaborasi industri antara Indonesia dan Jerman.

Di tengah percepatan transformasi industri nasional, pembangunan SDM industri dengan daya saing global menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pengembangan SDM industri ini merupakan bagian dari mandat BPSDMI yang bertugas merancang dan menjalankan kebijakan peningkatan kompetensi tenaga kerja industri.

Sejumlah program telah dijalankan, seperti pendidikan vokasi industri, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, hingga program link and match antara lembaga pendidikan dan dunia industri.

Baca :  Peluang Properti Melambung! Sekda Sintang: Permintaan Rumah Tinggi, Pengembang Adalah Mesin Kemajuan Kota

“BPSDMI berkomitmen memperkuat pendidikan vokasi industri, pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesional, serta program link and match agar talenta Indonesia memenuhi standar nasional maupun internasional,” kata Wanandi.

Upaya tersebut juga sejalan dengan Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin yang digagas Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor strategis di Jerman.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan kerja sama ini menunjukkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia ke pasar global.

“Kemitraan ini mencerminkan besarnya potensi ekspor jasa profesi Indonesia serta membuka peluang kerja sama lanjutan yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI di Frankfurt Toary Worang menegaskan KJRI Frankfurt akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses yang berkaitan dengan penempatan tenaga kerja Indonesia.

“Verifikasi akan terus dilakukan terhadap perusahaan penempatan tenaga kerja maupun perusahaan pengguna di wilayah kerja kami untuk memastikan perlindungan pekerja serta keberlanjutan kerja sama yang sehat dan kredibel,” kata Worang.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap pengembangan SDM industri Indonesia semakin kuat sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bersaing di dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam ekosistem industri global. (*/)