Kisah Haru Deris Landuk, Penambang Sampan 70 Tahun yang Sekolahkan 4 Anak dari Sungai Kapuas

Program Insan Perhubungan Peduli Kasih menyalurkan 6,4 ton beras bagi 1.287 pekerja transportasi di Pontianak, termasuk kisah haru penambang sampan Deris Landuk. (Foto: Wali Kota Pontianak Edi Kamtono serahkan bantuan kepada Deris Landuk/Pro.)

KalbarOke.Com — Wajah Deris Landuk (70) tampak berbinar bahagia saat menerima paket beras dalam agenda Insan Perhubungan Peduli Kasih. Air matanya menetes ketika bercerita bagaimana Sungai Kapuas telah menjadi nadi kehidupannya selama puluhan tahun.

Meski sempat bekerja di tujuh perusahaan berbeda, Deris mengaku selalu kembali ke sungai terpanjang di Indonesia tersebut sebagai tempat mencari nafkah.

Sampannya yang biasa tertambat di dermaga Parit Besar, dipindahkan ke dekat dermaga Bardan pada Selasa (17/3/2026) pagi untuk menghadiri penyerahan bantuan simbolis di Taman Alun Kapuas.

Pria dengan empat anak ini sudah menjadi penambang sampan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Walau sempat berganti pekerjaan dari menjaga lanting hingga bekerja di daratan, tujuannya tetap satu yakni mencukupi kebutuhan keluarga.

Kini, tugas kesehariannya adalah mengantar penumpang dari Pasar Besar menuju Beting dan sebaliknya.

“Sekali muat sampannya muat tujuh orang. Dapat hasilnya itu satu kali itu Rp14 ribu, satu orang 2 ribu. Jadi bantuan ini sangat membantu,” ceritanya pada Selasa (17/3/2026).

Berkat ketekunannya mendayung sampan, Deris mengaku bangga karena berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga tuntas.

Baca :  Kabar Baik Warga Pontianak Barat! Kapasitas Air Bersih Kini Bertambah 300 Liter Per Detik

Kebahagiaan Deris turut dirasakan oleh 1.287 orang lainnya yang terdiri dari penambang sampan, sopir oplet, pengemudi becak, hingga driver ojek online.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pekerja yang selama ini berjasa di sektor transportasi.

Menurut Edi, agenda ini merupakan bentuk empati para pengusaha transportasi dan wujud soliditas menjelang Idulfitri.

“Bulan Ramadan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian dari para pelaku usaha transportasi,” ujar Edi pada Selasa (17/3/2026).

Di sela kegiatan, Edi juga menginformasikan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Terpadu (SPALD-T) di Kota Pontianak dalam beberapa tahun ke depan.

Proyek yang didukung Bank Dunia ini bertujuan menjaga kualitas air tanah dengan mengolah limbah domestik rumah tangga.

Ia mengingatkan para pelaku transportasi bahwa pekerjaan jaringan pipa bawah tanah nantinya akan berdampak pada penyempitan jalan di sejumlah ruas utama.

“Kita harus siap dengan dampaknya, karena akan ada pekerjaan di tengah jalan. Ini perlu kita antisipasi bersama,” jelas Edi.

Wali Kota berharap para sopir dan pengendara tetap menjaga ketertiban serta keselamatan selama masa pembangunan infrastruktur tersebut berlangsung.

Baca :  Gema 229 Meriam Karbit Siap Getarkan Tepian Kapuas Sambut Lebaran 2026

Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, menambahkan bahwa program ini berhasil mengumpulkan total 6.435 kilogram atau sekitar 6,4 ton beras.

Antusiasme para pengusaha transportasi sangat luar biasa meskipun ide kegiatan ini muncul secara mendadak dari forum lalu lintas.

“Walaupun dalam 2-3 hari kita sudah bisa mengumpulkan 6,2 ton, tapi ke depan mungkin bisa dua kali atau tiga kali lipatnya,” tutup Trisna pada Selasa (17/3/2026).


Ringkasan Berita

*Sebanyak 1.287 insan transportasi di Pontianak menerima paket bantuan beras dalam program Insan Perhubungan Peduli Kasih, Selasa (17/3/2026).

*Salah satu penerima, Deris Landuk (70), menceritakan perjuangannya menyekolahkan 4 anak dari hasil menarik sampan di Sungai Kapuas.

*Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyebut kegiatan ini sebagai bentuk soliditas pengusaha transportasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

*Edi Rusdi Kamtono juga mensosialisasikan proyek SPALD-T yang akan menggunakan metode pengeboran bawah tanah di jalan-jalan utama.

*Dishub Pontianak mencatat total 6,4 ton beras terkumpul dari donasi para pelaku usaha transportasi hanya dalam waktu tiga hari.