KalbarOke.com – Industri musik global bersiap menyambut tahun 2026 yang diprediksi menjadi era ledakan besar. Setelah melewati satu tahun transisi—minim rilisan bintang A-list namun kaya eksplorasi kreatif—tahun depan menjanjikan kombinasi eksplosif: album baru musisi papan atas, kembalinya legenda, hingga tur konser berskala raksasa.
Sepanjang 2025, tangga lagu dunia terkesan stagnan dan didominasi segelintir hit yang bertahan lama. Namun di balik itu, penggemar justru disuguhi gelombang musik eksperimental, pop avant-garde, dan pendekatan non-konvensional. Tren ini diperkirakan tidak hanya berlanjut, tetapi semakin ekstrem pada 2026.
Meski festival legendaris Glastonbury memasuki masa jeda atau fallow year pada 2026, kalender festival musim panas tetap padat. Reading & Leeds Festival telah mengumumkan deretan nama besar seperti Fontaines DC, Florence + The Machine, Dave, Charli XCX, hingga Raye. Sementara itu, BST Hyde Park London mencuri perhatian dengan kombinasi unik Pitbull dan Kesha sebagai penampil utama, yang diprediksi menjadi salah satu pesta musik terbesar tahun depan.
Spekulasi juga mengelilingi Oasis. Usai menutup tur reuni akbar mereka di Meksiko, band ini meninggalkan pesan samar tentang masa rehat. Rumor kembalinya Oasis ke Knebworth Castle, lokasi konser ikonik 1996, terus menguat, meski kondisi kesehatan personel dan keinginan band untuk beristirahat membuat rencana tersebut masih penuh tanda tanya.
Tahun 2026 diprediksi menjadi titik balik musik berbasis kecerdasan buatan (AI). Platform streaming memperkirakan sekitar sepertiga lagu yang diunggah kini melibatkan teknologi AI, dan bukan tak mungkin salah satunya akan menjelma menjadi hit global.
Namun, gelombang resistensi juga menguat. Banyak musisi papan atas kembali mengedepankan instrumen live dan suara organik, sebagai reaksi terhadap musik yang dianggap terlalu mekanis. Bahkan, label “musik asli oleh musisi sungguhan” mulai digadang-gadang sebagai tren baru.
Semua mata tertuju pada Beyoncé, yang diyakini akan merilis album terbaru sebagai penutup trilogi musiknya. Setelah mengeksplorasi dance dan country, banyak penggemar meyakini rock and roll akan menjadi babak berikutnya.
Tak kalah menarik, Harry Styles dikabarkan telah menyelesaikan album keempatnya dengan metode ekstrem, termasuk menulis lagu menggunakan mesin tik. Sementara itu, Gorillaz merayakan 25 tahun perjalanan mereka lewat album baru berjudul The Mountain.
Deretan nama besar lain yang diprediksi merilis album pada 2026 antara lain Lana Del Rey, Madonna, Raye, Robyn, Carly Rae Jepsen, Bob Dylan, U2, The Rolling Stones, Stormzy, Sam Fender, hingga Noah Kahan.
Dari Asia, BTS dipastikan kembali dengan album dan tur dunia setelah vakum akibat wajib militer. Loyalitas ARMY diperkirakan membuat comeback mereka langsung memecahkan rekor global. Blackpink juga bersiap merilis album baru setelah tur dunia sukses pada 2025. Sementara itu, Katseye, girl group multinasional dengan sistem K-pop, digadang-gadang menjadi sensasi pop global berikutnya lewat lagu viral Internet Girl.
Di sisi live music, harga tiket konser terus meroket, namun minat penonton tak menunjukkan tanda surut. Kabar baiknya, regulasi baru yang membatasi praktik calo tiket dijadwalkan mulai berlaku pada 2026. Sejumlah tur besar telah dikonfirmasi, termasuk Take That, Ariana Grande, My Chemical Romance, Bon Jovi, The Weeknd, Bad Bunny, hingga potensi kembalinya Shakira ke Eropa.
Dari stadion megah hingga arena indoor, 2026 diprediksi menjadi tahun emas konser musik global. Satu hal yang pasti: bagi para penggemar musik, tahun depan akan penuh euforia—meski harus siap menghadapi dompet yang makin menipis. (*/)






