KalbarOke.com – Civitas akademika Indonesia kembali mencatat prestasi di tingkat global. Tim Labmino dari Universitas Indonesia terpilih sebagai salah satu dari 10 Global Ambassador dalam program inovasi internasional Samsung Solve for Tomorrow (SFT).
Pengumuman dan seremoni penunjukan Global Ambassador digelar di Smart City Lab, Milan, Italia, pada 8–10 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 yang mempertemukan inovator muda dari berbagai negara.
Program Samsung Solve for Tomorrow merupakan inisiatif global yang mendorong generasi muda menciptakan solusi teknologi untuk menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.
Inovasi Kacamata Pintar untuk Penyandang Disabilitas
Dalam kompetisi tersebut, Tim Labmino memperkenalkan inovasi bernama RunSight, yakni kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman.
Perangkat wearable tersebut memanfaatkan sensor serta sistem pemrosesan AI untuk membaca kondisi lingkungan secara real time. Teknologi ini kemudian memberikan panduan jalur sekaligus peringatan terhadap berbagai rintangan di sekitar pengguna.
Selain aspek teknologi, tim juga memperhatikan faktor kenyamanan penggunaan serta efisiensi energi dalam desain perangkat tersebut.
Delegasi Indonesia Pertama
Keberhasilan tim mahasiswa Universitas Indonesia ini tidak hanya menjadi capaian dalam kompetisi internasional, tetapi juga mencerminkan hasil kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta ekosistem inovasi di lingkungan kampus.
Berdasarkan pengumuman resmi Samsung dan laporan media internasional, Tim Labmino menjadi delegasi dari Indonesia pertama yang berhasil menembus jajaran Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow. Prestasi ini juga menempatkan Indonesia sebagai satu dari dua negara di kawasan Southeast Asia and Oceania yang meraih predikat tersebut pada periode 2025–2026.
Apresiasi Pemerintah
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyambut positif pencapaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi mengatakan prestasi Tim Labmino menunjukkan potensi besar mahasiswa Indonesia dalam menciptakan inovasi teknologi dengan dampak sosial.
“Kami bangga inovasi generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Dukungan kampus terhadap eksperimen dan kolaborasi lintas disiplin dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Khairul.
Menurut dia, pemerintah akan terus mendorong kemitraan antara perguruan tinggi dan industri serta memperkuat hilirisasi inovasi agar teknologi seperti RunSight dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Melalui Proses Seleksi Panjang
Perjalanan Tim Labmino menuju ajang global tersebut dimulai dari seleksi nasional Samsung Solve for Tomorrow pada 2025. Mereka kemudian lolos ke tahap semifinal dan final nasional sebelum melaju ke seleksi regional kawasan Southeast Asia and Oceania.
Setelah itu, tim berhasil menembus tahap Global Selection yang digelar di Milan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta mengikuti seremoni penunjukan ambassador, pameran inovasi, serta forum jejaring internasional yang mempertemukan inovator muda dengan investor dan mitra industri.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Benny Bandanadjadja mengatakan inovasi seperti RunSight menunjukkan tidak hanya kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kepedulian terhadap isu inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi untuk menciptakan solusi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kementerian Pendidikan Tinggi berharap keberhasilan Tim Labmino menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi mahasiswa di Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*/)







