KalbarOke.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai industri galangan kapal nasional belum berkembang optimal, meskipun Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di sektor tersebut. Minimnya kesempatan dan kebijakan yang tidak berpihak pada produksi dalam negeri disebut menjadi penyebab utama lesunya industri perkapalan nasional.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam Focus Group Discussion (FGD) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang membahas pemberdayaan angkatan laut dan galangan kapal nasional di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
“Saya baru tahu orang kita jago, cuma tidak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” kata Purbaya.
Menurut dia, kebijakan yang masih membuka ruang luas bagi impor kapal bekas menjadi salah satu faktor yang menggerus permintaan kapal buatan dalam negeri. Akibatnya, galangan kapal nasional kehilangan order, meski memiliki tenaga ahli dan kapasitas produksi.
“Walaupun kita negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli tidak diberi kesempatan,” ujar Purbaya.
Ia juga menyoroti rendahnya pemanfaatan belanja pemerintah untuk mendukung industri galangan kapal nasional. Padahal, banyak kapal milik negara yang telah berusia tua dan seharusnya dapat diganti melalui pemesanan ke galangan domestik.
Purbaya menyebut Presiden telah menyampaikan terdapat 2.491 kapal berusia lebih dari 25 tahun yang akan memasuki masa peremajaan. Menurut dia, kebutuhan tersebut semestinya menjadi peluang besar bagi industri perkapalan nasional.
“Demand domestik harus diamankan kalau kita mau industri maju. Kapal-kapal tua itu pasti akan diganti,” kata dia.
Menteri Keuangan menegaskan anggaran pengadaan kapal sebenarnya telah disiapkan dalam APBN. Namun, belanja tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan industri galangan kapal dalam negeri.
“Saya perlu uang keluar cepat di awal tahun supaya ekonomi tumbuh lebih cepat. Salah satu sektor yang saya lihat punya kemampuan, tapi underutilized karena tidak diberi kesempatan, adalah industri galangan kapal,” ujarnya.
Ke depan, Purbaya mendorong KADIN bersama kementerian terkait dan pelaku industri untuk menyusun peta jalan yang jelas guna menghidupkan kembali industri galangan kapal nasional. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang memprioritaskan permintaan domestik bagi produksi dalam negeri.
“Ayo kita sama-sama bangun industri galangan kapal dalam negeri supaya industri ini benar-benar bangkit,” kata Purbaya. (*/)






