Mentan Amran Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian, Kementan Siapkan Bibit dan Pupuk Gratis

Ilustrasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian dengan memanfaatkan program Brigade Pangan serta bantuan bibit dan pupuk dari pemerintah. Foto: Duyệt Trần Văn dari Pixabay

KalbarOke.com – Kementerian Pertanian terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat regenerasi petani sekaligus meningkatkan produksi pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan komitmen tersebut saat menerima audiensi sejumlah organisasi mahasiswa dan pelajar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. Dalam pertemuan itu hadir perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, dan Pelajar Islam Indonesia.

Amran mengajak generasi muda memanfaatkan berbagai program dukungan pemerintah, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga akses pembiayaan bagi mereka yang ingin mengembangkan usaha di bidang pertanian.

“Teman-teman yang masih muda, kalau ada orang tua, sepupu, atau keluarga yang punya lahan, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Silakan anak muda gunakan kesempatan ini. Negara sudah menyiapkan anggaran untuk membantu,” ujar Amran.

Potensi Komoditas Perkebunan

Menurut Amran, sejumlah komoditas perkebunan memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda, antara lain kakao, kelapa, kopi, lada, dan pala.

Ia mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mendukung berbagai tahap produksi, mulai dari penanaman hingga pengelolaan komoditas tersebut. “Silakan tanam kakao, kelapa, kopi, lada, pala, atau komoditas lainnya. Anggarannya sudah ada, biaya tanam hingga pengelolaan disiapkan negara,” kata Amran.

Baca :  Inkoppas Perkuat Distribusi Pangan ke Pasar Rakyat

Usulan Program dari Organisasi Pelajar

Dalam audiensi tersebut, sejumlah organisasi mahasiswa dan pelajar turut menyampaikan berbagai usulan penguatan program pertanian di daerah.

Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia, Amsal Alfian, mengatakan program Kementerian Pertanian saat ini telah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan sektor pangan. “Kementerian Pertanian hari ini sangat berpihak terhadap anak muda. Kami mengucapkan terima kasih dan berharap dukungan ini terus berlanjut,” ujar Amsal.

PII juga mengusulkan pembentukan Brigade Pangan baru di Aceh Barat, Aceh Jaya, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Selain itu, organisasi tersebut mengusulkan dukungan alat mesin pertanian seperti traktor serta pengembangan usaha ayam petelur guna memperkuat kemandirian pangan daerah.

Penguatan Brigade Pangan

Sementara itu, Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Agus Suherman Tanjung, menyampaikan organisasinya juga mendorong penguatan Brigade Pangan yang telah dikembangkan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melalui program Brigade Pangan Gantara–Garuda Nusantara.

IPNU juga mengusulkan pengembangan Brigade Pangan di sejumlah daerah lain serta dukungan sarana produksi seperti bibit jagung, padi, kelapa, dan kakao bagi kelompok tani yang melibatkan kader organisasi. Selain itu, IPNU juga mengusulkan pengembangan usaha ayam petelur sebagai bagian dari penguatan ekonomi kader dan masyarakat.

Baca :  Kementan Targetkan 5,9 Miliar Benih Tebu pada 2026 untuk Dorong Swasembada Gula

Pilot Project Pertanian di Papua

Di sisi lain, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia menyatakan dukungan terhadap agenda penguatan kedaulatan pangan nasional melalui berbagai forum kajian dan pengembangan kapasitas generasi muda.

Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Susana Florika Marianti Kandaimu, mengatakan organisasinya mengusulkan dukungan alat mesin pertanian berupa satu unit traktor sebagai proyek percontohan yang akan ditempatkan di wilayah Papua.

Menanggapi usulan tersebut, Amran menyatakan Kementerian Pertanian terbuka untuk mendukung pengembangan proyek percontohan tersebut. “Kalau pilot project ini berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu bisa kita kembangkan di wilayah lain. Anak muda harus diberi ruang untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi penggerak sektor pertanian,” kata Amran.

Melalui kolaborasi dengan organisasi pelajar dan mahasiswa, pemerintah optimistis proses regenerasi petani dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat fondasi menuju ketahanan pangan nasional. (*/)