Hujan Tak Menyurutkan Semangat! Ribuan Warga Serbu Pasar Juadah Masjid Mujahidin di Hari Pertama Ramadan

Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin Pontianak resmi dibuka. Meski diguyur hujan, warga tetap antusias berburu takjil di 108 lapak UMKM yang tersedia. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa begitu kental di Kota Pontianak. Meski sempat diguyur hujan lebat, warga kota tetap berbondong-bondong menyerbu Pasar Juadah yang berlokasi di halaman Masjid Raya Mujahidin, Kamis (19/2/2026).

Antusiasme warga terlihat dari padatnya antrean di depan lapak-lapak pedagang bahkan sejak pukul 14.00 WIB. Halaman masjid yang luas kini bertransformasi menjadi pusat kuliner Ramadan yang menawarkan beragam sajian takjil terbaik.

Selfi (23), salah seorang pedagang asal Sungai Raya Dalam, mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai bersiap sejak pukul 11.00 WIB. Di hari pertama ini, ia merasakan lonjakan pembeli yang luar biasa, mengikuti tren tahun-tahun sebelumnya di mana awal puasa selalu menjadi puncak keramaian.

“Ini hari pertama sudah ramai. Tapi memang di awal-awal puasa selalu penuh,” ceritanya. Menariknya, Selfi mencatat hampir setengah dari penjualannya kini dilakukan melalui transaksi digital menggunakan QRIS, sejalan dengan program pemerintah dalam mendigitalisasi pasar rakyat.

Baca :  Presiden Tiba di Zurich Akan Sampaikan “Prabowonomics” di World Economic Forum Davos 2026

Saat ini, tercatat sudah ada 108 lapak yang beroperasi di area tersebut, dan diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring bergabungnya berbagai komunitas UMKM dalam sepekan ke depan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut positif geliat ekonomi ini. Ia memandang pasar juadah bukan sekadar tempat berburu makanan, melainkan pilar penting dalam kebangkitan ekonomi lokal selama bulan suci.

“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” ujar Edi Rusdi Kamtono.

Wali Kota juga berpesan kepada para pedagang untuk konsisten menjaga kualitas dan kebersihan makanan. Baginya, keberhasilan pasar juadah diukur dari kepuasan konsumen serta keberkahan yang didapat oleh para pelaku usaha.

Baca :  Catat Tanggalnya! Layanan Samsat Gokatan dan Go PBB Keliling Kecamatan se-Kota Pontianak Sepanjang 2026

“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam mengambil berkah Ramadan,” pungkasnya. Selain di Masjid Mujahidin, pasar serupa juga tersebar di enam kecamatan di Pontianak, menciptakan ekosistem ekonomi musiman yang merata di seluruh penjuru kota.


Ringkasan Berita

*Pasar Juadah Masjid Raya Mujahidin resmi dibuka di hari pertama Ramadan, Kamis (19/2/2026), dengan kehadiran 108 lapak pedagang.

*Meski hujan lebat mengguyur Kota Pontianak, pembeli sudah mulai memadati lokasi sejak pukul 14.00 WIB guna berburu menu berbuka puasa.

*Penggunaan transaksi digital via QRIS meningkat pesat, mencapai hampir 50 persen dari total transaksi di beberapa lapak pedagang.

*Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan pasar juadah sebagai instrumen siar ekonomi kerakyatan untuk mendorong kebangkitan UMKM lokal.

*Pemerintah mengimbau pedagang di seluruh kecamatan untuk tetap menjaga higienitas dan standar kesehatan makanan selama melayani masyarakat.