Pelajar SMA Siram Air Keras ke Siswa SMK di Cempaka Putih, Satu Korban Alami Luka Parah di Mata

Aksi penyiraman air keras melibatkan pelajar SMA terhadap siswa SMK terjadi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Satu korban mengalami luka parah di bagian mata, polisi memburu pelaku. Foto: tangkapan layar YouTube PonTV

KalbarOke.com — Aksi kekerasan kembali melibatkan pelajar di Jakarta. Tiga pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) nekat melakukan penyiraman cairan diduga air keras terhadap tiga pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jalan Cempaka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat siang.

Akibat kejadian tersebut, satu korban berinisial F mengalami luka serius di bagian kedua matanya. Sementara dua korban lainnya mengalami kerusakan pada seragam sekolah akibat cairan yang disiramkan pelaku.

Peristiwa ini terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman terlihat ketiga pelaku berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Mereka sempat menepi di pinggir jalan untuk menuangkan cairan ke dalam sebuah gelas sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca :  Maidi Irit Bicara Usai Dibawa ke KPK, Wali Kota Madiun Terjaring OTT

Saat berpapasan dengan tiga pelajar SMK yang juga berboncengan satu sepeda motor, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan tersebut ke arah korban, lalu melarikan diri dengan kecepatan tinggi.

Ketiga korban diketahui merupakan pelajar SMK Pelayaran Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang baru saja pulang sekolah dan hendak kembali ke rumah. Serangan mendadak tersebut membuat para korban panik dan tidak sempat menghindar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari orang tua korban. Polisi langsung melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kasus tersebut.

Baca :  Satpol PP Tegur Gepeng Waterfront Pontianak dan Ingatkan Potensi Copet ke Pengunjung

“Dari hasil pemeriksaan sementara, satu korban mengalami luka pada kedua mata, sementara korban lainnya hanya mengalami kerusakan pada pakaian sekolah,” ujar Roby.

Saat ini, polisi telah memeriksa dua orang saksi dan mengantongi identitas ketiga pelaku. Aparat masih melakukan pengejaran untuk segera menangkap para pelaku dan mengungkap motif di balik aksi kekerasan tersebut. (*/)