KalbarOke.com – Rangkaian pelatihan Penggerak Kawasan Yuka yang digagas Ashoka Indonesia bersama mitra strategis terus meninggalkan jejak positif bagi warga. Tak hanya melahirkan ide-ide kreatif, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Rumah Saoraja, Pontianak, juga membangkitkan semangat kolektif warga untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan kampung.
Ibrahim, salah satu peserta, mengaku kembali termotivasi setelah mengikuti pelatihan ini. “Alhamdulillah sekarang saya bisa bangkit kembali. Mudah-mudahan pelatihan ini membawa berkah bagi masyarakat Yuka, dan saya akan berusaha semaksimal mungkin mengembangkan kampung ini,” ujarnya penuh semangat.
Nada optimisme serupa juga datang dari Nawali, Ketua RT setempat. Ia menilai kegiatan ini membuka wawasan baru sekaligus memberikan energi positif bagi warga.
“Saya berterima kasih kepada fasilitator yang memberikan pencerahan. Tiga hari ini menambah motivasi kami untuk memajukan Yuka. Kita harus bekerja sama agar kampung ini lebih baik,” ucapnya.
Nawali bahkan menggagas inisiatif untuk menggerakkan seluruh warga agar lebih peduli pada lingkungan. “Kita harus membangkitkan kesadaran bersama. Warga Yuka harus diberi ruang bergerak di bidang apa saja demi kemajuan kampung,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Safriati, Ketua Permata Beliung. Ia menyebut pelatihan Ashoka sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguat hubungan antarwarga.
“Banyak sekali manfaatnya. Kegiatan ini menjadi jembatan untuk menguatkan kerja sama RT dan RW. Inilah kesempatan bagi Yuka untuk berkembang lebih jauh,” jelasnya.
Safriati menekankan bahwa pelatihan ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan keinginan untuk memajukan kampung. “Mari sama-sama memberi kontribusi sekecil apapun demi kemajuan Yuka. Fasilitas yang ada harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Testimoni warga ini menunjukkan bahwa pelatihan Ashoka tak sebatas transfer ilmu, tetapi juga membangkitkan motivasi kolektif. Harapan kini tumbuh untuk menjadikan Yuka sebagai kampung percontohan berbasis komunitas—mandiri, berdaya, dan bahkan berpotensi menjadi destinasi wisata baru di hilir Sungai Kapuas. (*/)
Artikel ini telah dibaca 26 kali