Misteri Sampan Kosong di Cabang Ruan! Tim SAR Perluas Area Pencarian Pemancing Hilang di Batu Ampar

Misteri Sampan Kosong di Cabang Ruan! Tim SAR Perluas Area Pencarian Pemancing Hilang di Batu Ampar. (Foto: Humas Polres)

KalbarOke.Com – Upaya pencarian intensif terhadap Nuriaman (47), warga Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, masih terus berlanjut hingga Jumat (9/1/2026). Pria tersebut dilaporkan hilang secara misterius saat sedang memancing di aliran Sungai Cabang Ruan sejak awal pekan lalu.

“Korban berangkat dari rumah pada Senin sore sekitar pukul 16.30 WIB untuk memancing, namun tidak kunjung pulang,” ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mewakili Kapolsek Batu Ampar IPTU Fahrizal Hasyim.

Lantaran korban tinggal seorang diri, kecurigaan warga baru muncul setelah tiga hari Nuriaman tidak terlihat beraktivitas di rumahnya. Warga yang melakukan inisiatif penyisiran awal dikejutkan dengan temuan sampan serta peralatan memancing milik korban yang masih terapung di sungai tanpa ada pemiliknya.

Temuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Batu Ampar dan diteruskan ke kantor Basarnas guna memulai operasi pencarian dan pertolongan. Kondisi arus sungai yang cukup kuat menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan selama proses penyisiran.

Tim SAR gabungan saat ini memfokuskan operasi pencarian di sekitar titik koordinat 0°51.830’S – 109°43.835’E. Lokasi ini merupakan titik awal di mana sampan korban ditemukan dalam keadaan diam namun perlengkapan mancing masih berada di tempatnya.

Baca :  Etika dan Konten Berkualitas: Petugas BPSPL Pontianak Ikuti Pelatihan Videografi Ala Televisi

“Warga menemukan sampan beserta peralatan memancingnya masih di sungai, namun korban tidak ada. Temuan ini langsung kami tindak lanjuti,” tambah Aiptu Ade.

Operasi ini melibatkan unsur Basarnas, kepolisian, TNI, keluarga korban, serta puluhan relawan warga setempat. Tim dibagi menjadi beberapa unit untuk menyisir tepian sungai hingga ke area hilir guna mengantisipasi kemungkinan korban terseret arus yang menantang.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa perlengkapan memancing untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Hingga sore hari ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Nuriaman selain barang-barang yang telah ditemukan warga sebelumnya.

Meskipun sudah memasuki hari kelima sejak dilaporkan berangkat, tim di lapangan tetap bekerja ekstra keras untuk menemukan titik terang keberadaan Nuriaman. Doa dan dukungan dari masyarakat luas terus mengalir agar korban dapat segera ditemukan.

“Kami memohon doa dari masyarakat agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Upaya pencarian masih kami maksimalkan,” pungkas Aiptu Ade.

Kondisi medan sungai Cabang Ruan yang dikelilingi vegetasi rapat menjadi tantangan tersendiri bagi penglihatan petugas. Tim SAR direncanakan akan memperluas radius pencarian jika pada titik fokus utama belum memberikan hasil yang signifikan hingga esok hari.

Baca :  Duka di Selat Panjang: Wali Kota Pontianak Melayat ke Rumah Bocah yang Tenggelam di Sungai Malaya

Kesigapan warga dalam melaporkan kejadian ini diapresiasi oleh pihak kepolisian sebagai bentuk kepedulian antar sesama tetangga. Polisi juga mengimbau bagi warga yang melakukan aktivitas di sungai agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan selalu memberikan informasi kepada kerabat saat hendak pergi jauh.

Operasi pencarian ini akan terus dilakukan sesuai dengan standar prosedur operasional Basarnas hingga batas waktu yang telah ditentukan. Update mengenai perkembangan penemuan akan segera disampaikan kepada pihak keluarga dan publik secara berkala.


Ringkasan Berita

• Nuriaman (47) dilaporkan hilang di Sungai Cabang Ruan, Batu Ampar, sejak Senin (5/1/2026) sore saat pergi memancing.

• Warga menemukan sampan dan peralatan memancing korban masih utuh di sungai setelah tiga hari korban tidak pulang ke rumah.

• Tim SAR gabungan melakukan pencarian terfokus di koordinat 0°51.830’S – 109°43.835’E.

• Operasi melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta warga lokal dengan menyisir aliran sungai yang berarus deras.

• Hingga Jumat (9/1/2026), keberadaan korban belum ditemukan dan petugas masih terus berupaya maksimal di lapangan.