KalbarOke.com – PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi energi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra. Hingga Jumat, 9 Januari 2026, distribusi BBM dan LPG di daerah terdampak dilaporkan telah kembali normal hampir 100 persen.
Hal itu disampaikan Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. Arya mengatakan pemulihan dilakukan melalui berbagai skema distribusi untuk menjangkau wilayah yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor.
“Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, layanan energi bagi masyarakat berangsur pulih,” kata Arya.
Berdasarkan data Pertamina, seluruh 406 SPBU di Sumatra Utara dan 147 SPBU di Sumatra Barat telah kembali beroperasi penuh. Di Aceh, sebanyak 151 dari 156 SPBU atau sekitar 97 persen sudah melayani masyarakat. Adapun lima SPBU yang belum aktif masih terkendala akses jalan.
“Kami telah menyiapkan suplai energi di wilayah terdekat sambil berkoordinasi dengan pemerintah untuk pemulihan akses,” ujar Arya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menilai tantangan utama penanganan bencana kali ini adalah terputusnya jalur logistik akibat longsor dan banjir. Ia mengapresiasi langkah cepat Pertamina yang mengalihkan distribusi melalui jalur laut dan udara.
“Pertamina tidak menunggu akses darat terbuka. BBM dan LPG dikirim lewat kapal, pesawat hercules, helikopter, hingga air tractor untuk menjangkau daerah terisolasi,” kata Abdul Muhari.
Pertamina menerapkan pola distribusi Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) dengan memanfaatkan moda darat, laut, dan udara. Selain pemulihan energi, perusahaan juga fokus pada penyediaan air bersih untuk mencegah risiko penyakit pascabencana.
Di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Pertamina mereaktivasi 19 sumur bor dan membangun empat sumur bor baru hingga 8 Januari 2026. Perusahaan juga mengerahkan 15 truk air bersih setiap hari dengan total distribusi mencapai 2,2 juta liter. “Kami juga telah memberangkatkan tujuh tim bor lengkap ke Aceh Tamiang dan Pidie Jaya,” kata Arya.
Sejak masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan bantuan energi berupa 1.578 tabung LPG, 653 kiloliter BBM untuk genset, alat berat, ambulans, dan pesawat logistik. Selain itu, Pertamina menyediakan 12 unit genset serta 15 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kecil.
Pada sektor kesehatan, Pertamina mengoperasikan empat posko kesehatan di Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Sibolga. Lebih dari 1.500 warga telah mendapat layanan medis dari 28 dokter dan 56 perawat yang dikerahkan dari anak usaha Pertamina.
Tak hanya itu, enam Posko Pertamina Peduli dengan dukungan 508 relawan turut menyuplai kebutuhan pokok ke 111 dapur umum dan 164 posko pengungsian di tiga provinsi.
Menutup konferensi pers, Arya menegaskan komitmen Pertamina untuk terus bersinergi dengan BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Setiap tetes air bersih dan setiap liter bahan bakar yang tersalurkan adalah simbol harapan untuk bangkit kembali. Kami akan terus hadir dan melayani masyarakat di lokasi bencana,” ujar Arya. (*/)






