KalbarOke.com — Kepolisian Sektor Meliau, Polres Sanggau, melakukan pengecekan langsung terhadap dua titik hotspot yang terpantau di wilayah Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu, 24 Januari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan titik api tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengecekan lapangan berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 18.30 WIB. Aparat menyasar dua titik hotspot yang terdeteksi melalui sistem pemantauan dan segera diverifikasi di lapangan dengan pendekatan persuasif serta koordinatif bersama unsur desa.
Dua titik tersebut berada di Dusun Posong, Desa Cupang. Titik pertama terdeteksi pada koordinat -0.18829, 110.30145 dengan luas sekitar 0,5 hektare, sementara titik kedua berada di koordinat -0.18766, 110.30193 dengan luas sekitar 0,7 hektare. Berdasarkan hasil pengecekan, lahan tersebut digunakan untuk kegiatan tanam padi oleh pemiliknya.
Kapolsek Meliau AKP Supariyanto mengatakan, lahan yang dibakar berstatus milik pribadi dengan jenis tanah mineral, bukan lahan gambut. Di sekitar lokasi juga terdapat sekat pembatas yang jelas dengan lahan warga lain, sehingga risiko perambatan api dapat ditekan.
“Pemilik lahan berada di lokasi dan menyiapkan peralatan pemadam sederhana. Ini penting untuk memastikan api tetap terkendali,” kata Supariyanto.
Ia menjelaskan, ground check dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam mengawasi aktivitas pembukaan lahan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. Menurut dia, pengawasan lapangan menjadi kunci pencegahan karhutla sejak dini.
“Kami turun langsung untuk memastikan hotspot yang terpantau benar-benar terkendali dan tidak berkembang menjadi kebakaran,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, polisi juga mengimbau masyarakat agar mengelola lahan secara bertanggung jawab dengan mematuhi ketentuan yang berlaku serta segera melapor jika muncul potensi kebakaran.
Selama kegiatan, Polsek Meliau berkoordinasi dengan Tim Siaga Api Penanggulangan Karhutla, kepala desa, dan kepala dusun setempat. Petugas juga mendokumentasikan kondisi lapangan sebagai bahan evaluasi.
Berdasarkan pemantauan hari itu, hanya dua titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Meliau dan seluruhnya telah diverifikasi. Tidak ditemukan indikasi kebakaran yang tidak terkendali maupun ancaman meluas ke area lain.
Ke depan, Polsek Meliau menyatakan akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan melibatkan tokoh adat dalam memberikan edukasi pencegahan karhutla, guna memperkuat kesadaran bersama menjaga lingkungan tetap aman dan lestari. (*/)






