KalbarOke.com – Jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) ilegal yang hendak dikirim ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam pengungkapan ini, polisi menangkap tiga orang yang diduga berperan sebagai kurir.
Kapolresta Bandara Soetta Komisaris Besar Wisnu Wardana mengatakan ketiga tersangka seluruhnya laki-laki, masing-masing berinisial DRS, H, dan HS. Penangkapan dilakukan di lokasi yang berbeda.
“DRS diamankan di Indramayu, Jawa Barat, H ditangkap di kawasan Nusa Dua, Bali, sedangkan HS diringkus di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Wisnu dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut Wisnu, ketiga tersangka berperan sebagai kurir yang bertugas mengirimkan BBL ke luar negeri. Para pelaku menyamarkan benih lobster dengan memasukkannya ke dalam kantong plastik berisi oksigen. Kantong tersebut kemudian disimpan di dalam koper, dibungkus kardus, dan dilapisi kain untuk mengelabui petugas.
Pengiriman dilakukan melalui Terminal Kargo Bandara Soetta dan jalur Batam, Kepulauan Riau. Modus ini terungkap setelah petugas Bea Cukai Bandara Soetta menemukan satu koper berisi 41.720 ekor BBL pada Rabu, 24 Desember 2025.
Kasus serupa kembali terungkap pada Jumat, 9 Januari 2026. Petugas mendapati dua koper berisi 44.030 ekor benih bening lobster jenis pasir yang rencananya dikirim ke Singapura.
“Seluruh upaya penyelundupan berhasil digagalkan oleh petugas Avsec dan Bea Cukai, kemudian diserahkan kepada Polresta Bandara Soetta untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Wisnu.
Dari dua pengungkapan tersebut, aparat menyita total 85.750 ekor benih bening lobster jenis pasir dan mutiara. Nilai ekonominya ditaksir mencapai Rp 4,28 miliar.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Perikanan, serta Undang-Undang tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Polisi mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam praktik penyelundupan yang merugikan negara dan mengancam keberlanjutan sumber daya laut. (*/)






