Satu-satunya di Sintang! Ponpes Hamalatul Qur’an Siap Gebrak Tes Kemampuan Akademik 2026

Ponpes Salafiyah Hamalatul Qur'an Sintang menjadi satu-satunya lembaga salafiyah yang mengikuti TKA 2026 jenjang Wustha (setara SMP) di Kabupaten Sintang. (Foto: Hms)

KalbarOke.Com — Pondok Pesantren Salafiyah Hamalatul Qur’an mencatatkan diri sebagai satu-satunya lembaga salafiyah di Kabupaten Sintang yang siap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Fokus pada jenjang Wustha yang setara dengan SMP/MTs, persiapan administrasi kini tengah dikebut demi kelancaran ujian pada April mendatang.

Kepala Satuan Pendidikan Ponpes Hamalatul Qur’an, Dedi Alpiansyah, mendatangi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang pada Selasa (24/2/2026) untuk melengkapi berkas syarat kepesertaan. Salah satu syarat mutlak bagi satuan pendidikan salafiyah adalah adanya validasi Surat Kesiapan Satuan Pendidikan yang ditandatangani oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).

TKA yang akan digelar serentak pada awal April 2026 ini memiliki peran strategis bagi masa depan para santri. Selain menjadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah (SMA/MA/SMK), ujian ini menjadi sarana penting untuk menyinergikan tradisi keilmuan kitab kuning dengan standar pendidikan nasional. Dengan begitu, santri salafiyah tetap memiliki daya saing akademik yang mumpuni.

Baca :  Klaim Polres Sintang Gelar Tes Urine Personel Tanpa Pemberitahuan, Cegah Penyalahgunaan Narkotika

Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Sintang, Istanto, menyambut baik kesiapan lembaga tersebut. Ia mengingatkan agar pihak pondok tidak hanya fokus pada administrasi, tetapi juga memperhatikan jadwal pelaksanaan serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Istanto berharap TKA tahun ini, khususnya bagi Hamalatul Qur’an, dapat berjalan sukses tanpa kendala berarti.

Aspek teknis juga menjadi perhatian serius dalam persiapan ini. Mirfha Imani Ridha dari tim teknis TKA Kemenag Sintang menekankan bahwa kesiapan infrastruktur digital menjadi kunci utama keberhasilan ujian berbasis komputer ini.

“Selain berkas di aplikasi, perlu diperhatikan juga kesiapan komputer, jaringan internet yang stabil, serta keikutsertaan dalam simulasi dan gladi bersih,” jelas Mirfha Imani Ridha.

Langkah berani Ponpes Hamalatul Qur’an ini membuktikan bahwa pendidikan tradisional pesantren mampu beradaptasi dengan sistem evaluasi nasional tanpa kehilangan jati diri keislamannya. Partisipasi tunggal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lembaga pendidikan keagamaan lainnya di Sintang untuk terus meningkatkan standar kompetensi akademik santri.

Baca :  Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas, Sekda Kalbar: Silaturahmi KAHMI Adalah Cara Memantapkan Perjuangan

Ringkasan Berita

*Ponpes Salafiyah Hamalatul Qur’an adalah satu-satunya peserta TKA 2026 tingkat Wustha (setara SMP) dari jalur salafiyah di Kabupaten Sintang.

*Kepala Satuan Pendidikan Dedi Alpiansyah telah melengkapi berkas administrasi di Kemenag Sintang pada Selasa (24/2/2026).

*TKA dijadwalkan berlangsung serentak awal April 2026 sebagai syarat melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas.

*Kemenag Sintang menekankan pentingnya persiapan teknis seperti kestabilan internet dan perangkat komputer guna mendukung kelancaran tes.

*Program ini bertujuan menyambungkan kurikulum pesantren (kitab kuning) dengan sistem pendidikan nasional agar santri tetap kompetitif secara akademik