Indeks

PORSENIJAR PGRI Belitang Hulu Jadi Ajang Guru Adu Bakat, Sportivitas, dan Kekompakan

PGRI Belitang Hulu menggelar PORSENIJAR antar-gugus pada 28–30 September 2026. Guru dan tenaga kependidikan berkompetisi sekaligus memperkuat solidaritas. Foto: Jackmus

KalbarOke.com – Lapangan olahraga menjadi ruang berbeda bagi para guru dan tenaga kependidikan di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau. Selama tiga hari, 28–30 September 2026, mereka tidak hanya bertanding mengejar kemenangan, tetapi juga mempererat kebersamaan melalui Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) antar-gugus.

Kegiatan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Belitang Hulu itu dibuka secara resmi oleh Camat Belitang Hulu, Firman Setia Anggara.

PORSENIJAR menjadi salah satu ruang bagi keluarga besar PGRI untuk bertemu di luar aktivitas pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan dari berbagai gugus beradu kemampuan dalam sejumlah cabang olahraga, seni, dan pembelajaran.

Di bidang olahraga, perlombaan yang digelar meliputi bulu tangkis, tenis meja, futsal, serta bola voli putra dan putri. Sementara pada bidang seni, peserta mengikuti lomba menyanyi solo, senam, dan paduan suara.

Ketua PGRI Belitang Hulu, Yesaya, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Menurut dia, PORSENIJAR juga menjadi momentum memperkuat hubungan antaranggota PGRI sekaligus menggali potensi guru dan tenaga kependidikan.

“PORSENIJAR ini menjadi ajang silaturahmi, sekaligus untuk menggali potensi guru di bidang olahraga, seni, dan pembelajaran. Nanti kita akan ramai-ramai ke tingkat kabupaten,” ujar Yesaya.

Ia mengatakan para peserta yang menunjukkan prestasi di tingkat kecamatan diharapkan dapat melanjutkan kompetisi ke jenjang berikutnya dan membawa nama Belitang Hulu dalam ajang tingkat kabupaten.

Bagi PGRI Belitang Hulu, kegiatan tersebut juga memiliki fungsi yang lebih luas. PORSENIJAR diproyeksikan sebagai ruang konsolidasi untuk membangun solidaritas, sportivitas, dan kreativitas di kalangan guru.

Interaksi antargugus selama kegiatan diharapkan tidak berhenti ketika perlombaan berakhir. Jejaring yang terbentuk dapat menjadi modal untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus mendukung pengembangan profesi guru.

Yesaya menilai kekompakan menjadi salah satu modal penting bagi anggota PGRI dalam menghadapi beragam tantangan dunia pendidikan. “Dalam suasana seperti apa pun, kita tetap satu hati,” tegasnya.

PORSENIJAR PGRI Belitang Hulu pun menjadi lebih dari sekadar agenda pertandingan. Di tengah kompetisi, para guru mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan, bertemu rekan sejawat, dan merawat semangat kebersamaan.

Setelah pelaksanaan di tingkat kecamatan, PGRI Belitang Hulu berharap para peserta terbaik dapat kembali menunjukkan kemampuan mereka pada ajang di tingkat yang lebih tinggi. Dengan begitu, semangat kompetisi yang dibangun melalui PORSENIJAR dapat berlanjut sekaligus membawa nama Belitang Hulu. (J-Mus)

Exit mobile version