KalbarOke.com — Presiden Prabowo Subianto menambah alokasi dana riset perguruan tinggi nasional hingga Rp12 triliun. Anggaran riset itu meningkat Rp4 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun, atau setara 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal kuat pemerintah untuk mendorong peran perguruan tinggi dan peneliti dalam agenda pembangunan nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan penambahan anggaran ini mencerminkan kepercayaan Presiden terhadap kapasitas riset akademik.
“Ini adalah bentuk kepercayaan Presiden kepada perguruan tinggi dan para peneliti agar bisa berkontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa,” kata Brian.
Menurut Brian, peningkatan dana riset diharapkan memperkuat ekosistem penelitian di kampus, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasional, baik di sektor ekonomi, teknologi, maupun sosial.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Presiden memberi penekanan agar dana riset tersebut difokuskan pada sektor-sektor strategis. Prioritas utama diarahkan pada agenda swasembada pangan dan swasembada energi, dua sektor yang menjadi pilar kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.
“Riset diarahkan untuk mendukung agenda besar industrialisasi dan hilirisasi,” ujar Prasetyo. Menurut dia, pada tahun ini pemerintah akan memulai sejumlah proyek berskala besar yang ditandai dengan berbagai kegiatan groundbreaking di sektor industri strategis.
Prasetyo menambahkan, Badan Pengelola Investasi Danantara saat ini tengah menyiapkan 18 proyek strategis hilirisasi industri. Proyek tersebut mencakup pengelolaan limbah menjadi energi, hilirisasi mineral, hingga penguatan kedaulatan pangan.
Presiden Prabowo, kata Prasetyo, berharap para guru besar dan peneliti dapat tampil sebagai “pahlawan baru” melalui temuan-temuan inovatif yang tidak hanya mendorong kemandirian nasional, tetapi juga meningkatkan pendapatan negara. (*/)






