Prabowo Terima Rosan Roeslani di Hambalang, Bahas 5 Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun dan Waste to Energy

Presiden Prabowo Subianto bertemu Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani di Hambalang membahas lima proyek hilirisasi senilai Rp100 triliun serta pengembangan proyek Waste to Energy di berbagai daerah. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam pertemuan strategis yang berlangsung di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Minggu sore, 4 Januari 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting yang berkaitan dengan percepatan investasi dan transformasi ekonomi nasional.

“Minggu sore, Presiden Prabowo menerima Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, di Kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Baca :  Kerahkan Kekuatan Besar! 1.105 Personel DVI Polri Percepat Identifikasi Korban Bencana di Sumatera

Menurut Teddy, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan. Salah satunya adalah perkembangan lima titik proyek hilirisasi yang akan dikelola oleh Danantara dan direncanakan mulai memasuki tahap groundbreaking pada awal Februari 2026.

Proyek-proyek hilirisasi tersebut akan tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 6 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp100 triliun. Pemerintah menilai proyek ini krusial untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperkuat fondasi industri nasional.

Baca :  Polisi Sita Pisau dan Lima Ponsel Kasus Dugaan Pembunuhan Sekeluarga di Besuki

Selain hilirisasi, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar pada proyek Waste to Energy, yang bertujuan menata pengelolaan sampah secara terpadu dengan pendekatan teknologi ramah lingkungan.

“Volume sampah terbuka diharapkan tidak hanya berkurang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui proyek Waste to Energy,” jelas Teddy.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong percepatan hilirisasi industri, peningkatan investasi strategis, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada daerah dan masyarakat. (*/)