Prabowo Minta Kabinet Waspada Krisis Global, Tekankan Penghematan BBM dan Stabilitas APBN

Presiden Prabowo Subianto meminta kabinet mewaspadai dampak konflik global terhadap harga BBM dan pangan. Pemerintah juga diminta menyiapkan langkah penghematan energi. Foto: BPMI Setpres

KalbarOke.com – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran kabinet untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Kepala negara menegaskan pemerintah harus menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat berdampak pada harga energi dan pangan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentu memberi dampak kepada kita karena dapat memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa berdampak pada harga makanan,” kata Prabowo dalam arahannya kepada para menteri.

Meski demikian, ia menegaskan Indonesia berada dalam kondisi relatif aman karena pemerintah telah memastikan ketersediaan kebutuhan pangan pokok. “Kita bersyukur masalah pangan yang mendasar sudah kita amankan,” ujarnya.

Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Efisiensi

Prabowo mengatakan sejumlah negara mulai mengambil langkah penyesuaian untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ia mencontohkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home yang diterapkan beberapa negara guna menghemat energi dan menekan biaya operasional.

Baca :  Konsumsi Rumah Tangga 54 Persen PDB, Cadangan Devisa Nasional Tembus Rp2.400 Triliun

“Seolah-olah bagi mereka situasinya seperti saat pandemi Covid-19. Banyak kantor pemerintah maupun swasta menerapkan kerja dari rumah hingga 50 persen,” kata Prabowo.

Ia meminta para menteri mempelajari kemungkinan kebijakan efisiensi serupa yang dapat diterapkan di Indonesia. Menurut dia, penghematan konsumsi energi menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan.

“Saya kira kita perlu mengkaji ini beberapa hari ke depan. Kita juga harus melakukan penghematan. Saya percaya dalam dua sampai tiga tahun ke depan kita akan sangat kuat, tetapi kita tetap harus hemat konsumsi,” ujarnya.

Target APBN Tanpa Defisit

Selain menyoroti penghematan energi, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fiskal negara. Ia berharap pemerintah dapat mengendalikan defisit anggaran bahkan mengarah pada target anggaran yang seimbang. “Cita-cita kita adalah kalau bisa tidak ada defisit. Sasaran kita APBN harus balance budget. Itu yang paling ideal dan saya kira bisa kita lakukan,” kata Prabowo.

Baca :  Wamenkeu: APBN Cukup Tangguh Hadapi Gejolak Global dan Tekanan Harga Minyak

Antisipasi Ketersediaan BBM

Terkait cadangan bahan bakar minyak, Prabowo menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat ketersediaan dan distribusi energi nasional.

Namun ia mengingatkan bahwa keamanan pasokan energi tidak boleh membuat pemerintah lengah dalam mengendalikan konsumsi. “Kita tidak bisa menganggap apa pun yang terjadi kita akan selalu aman. Kita harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM,” kata dia.

Seruan Persatuan Menjelang Idulfitri

Menutup arahannya dalam sidang kabinet menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Prabowo mengajak seluruh anggota kabinet untuk terus bekerja demi kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi persatuan.

Menurut dia, loyalitas kepada bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan. “Kesetiaan kepada bangsa dan negara harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemerintah,” kata Prabowo. (*/)