KalbarOke.Com — Bahasa Melayu di Kota Singkawang kini menjadi perhatian serius dalam program pelestarian budaya. Mengingat tren penggunaannya yang kian menurun, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kota Singkawang sepakat memperkuat revitalisasi bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal tingkat SD dan SMP.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyambut baik inisiatif pemerintah pusat ini. Menurutnya, bahasa Melayu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan akar dari kehidupan sosial dan identitas budaya masyarakat Singkawang yang harus dijaga dari kepunahan.
“Bahasa Melayu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Singkawang, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan. Saya berharap program ini mampu menelusuri asal-usul bahasa Melayu serta menjaga nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya,” ujar Muhammadin saat menerima kunjungan Balai Bahasa, Selasa (27/1/2026).
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalbar, Uniawati, mengungkapkan bahwa data menunjukkan adanya kemunduran penggunaan bahasa daerah di Singkawang. Salah satu indikator utamanya adalah minimnya pewarisan bahasa di lingkungan keluarga, di mana komunikasi antara orang tua dan anak kini lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia.
“Bahasa Melayu di Singkawang merupakan bahasa asli, namun saat ini telah mengalami kemunduran. Ini menjadi penanda bahwa bahasa daerah harus segera direvitalisasi agar tidak semakin hilang dari peredaran,” jelas Uniawati.
Sebagai langkah konkret, program ini akan fokus pada pengembangan kurikulum dan materi ajar bagi peserta didik SD dan SMP. Prosesnya dimulai dari rapat koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun bahan ajar yang relevan.
Selain itu, Balai Bahasa akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) khusus bagi para guru SD dan SMP. Para guru ini nantinya akan dipersiapkan sebagai “Guru Utama” yang memiliki kompetensi untuk mengimbaskan ilmu dan teknik pengajaran bahasa daerah kepada siswa, sebagai bagian dari penguatan karakter dan literasi budaya di Kota Singkawang.
Ringkasan Berita
*Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar memulai revitalisasi bahasa Melayu di sekolah pada Selasa (27/1/2026).
*Program ini menyasar siswa SD dan SMP karena adanya kemunduran penggunaan bahasa daerah dalam interaksi keluarga.
*Wakil Wali Kota Muhammadin menegaskan bahasa Melayu adalah bagian tak terpisahkan dari identitas sosial warga Singkawang.
*Tahapan awal meliputi FGD penyusunan materi ajar dan pembentukan komitmen bersama antar instansi pendidikan.
*Balai Bahasa akan melatih guru SD-SMP sebagai “Guru Utama” untuk mengajarkan bahasa daerah secara sistematis di sekolah.






