Riset IPB Kembangkan Pakan Ayam Probiotik, Bobot Telur Bisa Naik hingga 30 Persen

ILustrasi Peneliti IPB mengembangkan pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi yang meningkatkan kesehatan, mempercepat pertumbuhan, dan menaikkan bobot telur hingga 30 persen. Foto: Bernhard Jaeck dari Pixabay

KalbarOke.com – Upaya hilirisasi riset di sektor pertanian yang didorong Andi Amran Sulaiman mulai menunjukkan hasil. Salah satunya datang dari peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, yang mengembangkan pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi.

Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pakan sekaligus memperbaiki kesehatan ayam, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan produktivitas telur.

Ivan menjelaskan, pakan tersebut tidak hanya mengurangi konsumsi, tetapi juga meningkatkan performa ternak secara signifikan. “Pakannya tidak terlalu banyak, tetapi bisa meningkatkan kesehatan pencernaan, mempercepat pertambahan bobot badan, serta menambah massa telur hingga 20–30 persen,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.

Menurut Ivan, salah satu tantangan utama dalam budidaya ayam adalah serangan koksidiosis, yang dapat menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam kandang. Karena itu, formulasi pakan kini diarahkan untuk mengandung antikoksi guna mencegah penyakit tersebut.

Baca :  Dua Restoran Indonesia Masuk Asia’s 50 Best 2026, Kemenpar Dorong Wisata Gastronomi

“Dengan adanya antikoksi, kesehatan ayam bisa meningkat dan risiko kematian akibat koksidiosis dapat ditekan,” kata dia.

Selain itu, riset ini juga menyasar peningkatan performa ayam kampung yang selama ini dikenal memiliki pertumbuhan lebih lambat dibanding ayam ras. Dengan pendekatan nutrisi yang tepat, Ivan optimistis ayam kampung dapat mencapai bobot satu kilogram dalam waktu sekitar 30–40 hari.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi sistem pencernaan ayam. Selama ini, banyak nutrisi pakan yang tidak terserap dengan baik, yang ditandai dengan bau menyengat dari kandang. “Kalau kandang bau, artinya proteinnya tidak terserap optimal. Dengan tambahan probiotik, nutrisi bisa diserap lebih maksimal hingga ke vili usus,” ujarnya.

Menurut Ivan, peningkatan penyerapan nutrisi tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ayam, tetapi juga mengurangi bau limbah dan meningkatkan kualitas lingkungan kandang.

Baca :  Ekspor CPO RI Tembus Rp75 Triliun Awal 2026, Naik 26,4 Persen

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa riset harus memberikan solusi nyata dan berdampak ekonomi bagi masyarakat. Dalam kunjungannya ke Science Techno Park IPB di Bogor, ia menyoroti potensi besar pengembangan ayam unggul berbasis riset.

“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” ujarnya.

Amran juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung hilirisasi inovasi, termasuk menyerap hasil riset dalam skala besar apabila terbukti efektif di lapangan. “Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Ini peluang besar,” kata dia.

Dorongan tersebut diharapkan mempercepat penerapan inovasi di sektor peternakan, sehingga tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi peternak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/)