KalbarOke.Com — Suasana haru dan khidmat menyelimuti kawasan kolam Taman Kota Intan (TKI), Desa Hilir Kantor, pada Jumat sore (10/4/2026). Masyarakat bersama tokoh adat berkumpul untuk menggelar ritual adat Baremah atau “Tolak Bala” sebagai bentuk doa dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ritual ini dilaksanakan menyusul tragedi memilukan yang terjadi pada 24 Maret 2026 lalu, di mana dua orang anak meninggal dunia akibat tenggelam setelah terjebak di bawah dermaga kolam tersebut. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam sekaligus kekhawatiran akan keamanan lingkungan publik bagi warga sekitar.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Ngabang, Brian Paskalis Dilen, yang bertindak sebagai Ketua Panitia. Turut hadir pula perangkat desa, tokoh adat, perwakilan Dewan Adat Dayak (DAD), serta aparat kepolisian dan TNI sebagai wujud sinergi dalam menjaga ketertiban lingkungan.
“Melalui ritual adat Keselamatan Tolak Bala ini, kita memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar lingkungan ini kembali bersih, aman, dan dijauhkan dari segala musibah,” ujar Camat Ngabang, Brian Paskalis Dilen, saat diwawancarai pada Jumat (10/4/2026).
Brian menjelaskan bahwa ritual ini merupakan inisiatif murni dari masyarakat Dusun Dara Itam. Mereka merasa perlu melakukan upaya spiritual dan adat sebagai bentuk ikhtiar kolektif agar suasana di kawasan Taman Kota Intan kembali kondusif dan terhindar dari marabahaya maupun penyakit.
Prosesi adat ini juga melibatkan keluarga korban sebagai bagian dari upaya memulihkan kondisi mental dan spiritual masyarakat. Melalui ritual ini, warga memohon kepada Jubata agar energi negatif di lokasi kejadian dinetralisir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang.
Ketua panitia menegaskan bahwa ritual “Tolak Bala” bukan sekadar tradisi rutin, melainkan warisan budaya turun-temurun yang sarat akan nilai-nilai sosial. Ritual ini dipandang sebagai cara masyarakat lokal untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta dalam memohon kedamaian dan kesejahteraan.
“Ritual ini bertujuan untuk menetralisir energi negatif serta memohon perlindungan agar masyarakat senantiasa hidup dalam keadaan aman, damai, dan sejahtera,” ungkapnya lebih lanjut.
Dengan terlaksananya ritual Baremah ini, masyarakat Ngabang berharap kawasan Taman Kota Intan dapat kembali menjadi ruang publik yang penuh keberkahan. Kejadian ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk senantiasa menjaga keselamatan bersama, terutama bagi anak-anak saat berada di area terbuka.
Ringkasan Berita
- Warga Desa Hilir Kantor menggelar ritual adat Baremah atau Tolak Bala di kolam Taman Kota Intan pada Jumat sore (10/4/2026).
- Ritual dilaksanakan untuk memohon keselamatan pasca tragedi tenggelamnya dua anak di bawah dermaga kolam pada akhir Maret lalu.
- Camat Ngabang Brian Paskalis Dilen memimpin kegiatan yang bertujuan menetralisir energi negatif dan menjauhkan musibah dari lingkungan warga.
- Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur mulai dari tokoh adat, keluarga korban, hingga aparat TNI dan Polri guna memperkuat sinergi keamanan wilayah.
- Masyarakat berharap melalui ikhtiar spiritual ini, kawasan wisata publik tersebut kembali menjadi lokasi yang aman dan penuh keberkahan bagi masyarakat umum.







