Saham Super Bank (SUPA) Langsung ARA di Hari Perdana IPO, Antrean Beli Tembus 12,49 Juta Lot

Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi melantai di BEI dan langsung menyentuh auto reject atas (ARA) pada perdagangan perdana. Foto: tangkapan layer YouTube Indonesia Stock Exchange (IDX)

KalbarOke.com – Emiten bank digital PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi mencatatkan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 17 Desember 2025. Pada hari pertama perdagangan, saham SUPA langsung mencuri perhatian pelaku pasar dengan melonjak signifikan hingga menyentuh auto reject atas (ARA).

Pada awal sesi perdagangan, saham SUPA melesat 24,4 persen ke level 790 per saham. Lonjakan tersebut diiringi antrean beli yang mencapai 12,49 juta lot di harga ARA, mencerminkan tingginya minat investor terhadap saham bank digital ini.

Harga IPO Rp635, Himpun Dana Rp2,79 Triliun

Diketahui, Super Bank melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) dengan harga Rp635 per saham. Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sekitar 4,4 miliar saham baru, atau setara 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Baca :  Kasus Anak di NTT Jadi Perhatian Nasional, Komisi IX DPR Sebut Darurat Kesehatan Mental

Dari penawaran saham perdana ini, Super Bank berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp2,79 triliun. Saat pembukaan perdagangan, saham SUPA tercatat langsung berada di level Rp790 per lembar, atau naik 24,41 persen dibandingkan harga IPO.

Manajemen: IPO Jadi Babak Baru Super Bank

Presiden Direktur Super Bank Tigor Siahaan menyebut pencatatan saham di BEI menjadi tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan bank digital yang berada di bawah ekosistem Emtek Group tersebut.

“Dengan dukungan pemegang saham dan ekosistem digital yang kuat, kami semakin siap memperluas akses kredit, mempercepat inovasi produk, serta menghadirkan layanan finansial yang aman dan relevan bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Tigor dalam seremoni pencatatan perdana di Main Hall BEI, Jakarta.

Ia menambahkan, dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang Super Bank di tengah persaingan industri perbankan digital yang semakin ketat.

Baca :  Kementan Buka Dokumen RS Bhakti Asih, Bantah Klaim Sakit Indah Megahwati di Kasus Dugaan Korupsi Rp27 Miliar

Fokus Kredit UMKM dan Penguatan Teknologi

Manajemen Super Bank menjelaskan, sekitar 70 persen dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan sebagai modal kerja. Dana ini difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit kepada segmen underbanked, baik nasabah ritel maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi motor pertumbuhan utama perseroan.

Sementara itu, sekitar 30 persen dana IPO akan digunakan untuk belanja modal, termasuk pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran digital, serta peningkatan infrastruktur teknologi informasi.

Selain itu, Super Bank juga mengalokasikan investasi jangka panjang untuk penguatan AI, data analytics, dan cybersecurity, guna mendukung operasional yang efisien, aman, dan berkelanjutan. (*/)