Sambas  

Seminar Internasional Dai di Sambas: Bahas Kedaulatan Pangan Hingga Sinergi Pembangunan Lintas Negara

Kabupaten Sambas menjadi tuan rumah Seminar Internasional Dai pada 7–8 April 2026 yang dihadiri Mendagri Tito Karnavian dan delegasi dari Malaysia serta Brunei. (Grafis: Pemkab)

KalbarOke.Com — Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, bersiap menjadi pusat perhatian dunia dakwah dengan menjadi tuan rumah Seminar Internasional Dai. Kegiatan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 7–8 April 2026 mendatang di Aula Kantor Bupati Sambas.

Mengusung tema “Sinergitas Dai dalam Pembangunan di Wilayah Perbatasan Negara”, seminar ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran dai di kawasan beranda negara. Acara ini menggunakan skema call for papers yang menarik minat banyak akademisi dan praktisi.

Sejumlah tokoh besar dijadwalkan hadir sebagai pembicara kunci (keynote speakers). Di antaranya adalah Bupati Sambas Satono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta YB Dato Sri Stephen Rundi Utom yang mewakili Sarawak, Malaysia.

Kehadiran tokoh mancanegara lainnya juga semakin memperkuat skala internasional forum ini. Nama-nama seperti Prof. Dr. Nik Abdul Rakib bin Nik Hassan dari Thailand dan Dr. H. Muhammad Hadi bin Muhammad Melayong dari Brunei Darussalam dipastikan mengisi jajaran pembicara undangan.

Baca :  Kabar Baik Warga Pontianak Barat! Kapasitas Air Bersih Kini Bertambah 300 Liter Per Detik

Forum ini nantinya akan dibagi ke dalam beberapa sesi paralel dengan subtema yang sangat beragam. Pembahasan akan mencakup dakwah dan ketahanan sosial, kedaulatan pangan, ekonomi umat, hingga sejarah dakwah khusus di kawasan Borneo atau Kalimantan.

Rangkaian kegiatan sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak proses pengumpulan abstrak pada Maret lalu. Para pemakalah yang lolos seleksi akan mempresentasikan hasil pemikiran mereka bersamaan dengan pelaksanaan seminar pada awal April nanti.

Bupati Sambas, Satono, yang juga menjabat sebagai Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalimantan Barat, menilai kegiatan ini sebagai momentum emas. Menurutnya, dai memiliki posisi sentral dalam mendukung program-program pembangunan pemerintah.

Satono, yang memiliki latar belakang sebagai seorang dai, menegaskan bahwa sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat adalah harga mati. Kolaborasi ini sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan sosial dan budaya, terutama di wilayah perbatasan.

“Melalui seminar ini, kita ingin membangun kolaborasi yang kuat. Dakwah tidak hanya penyampai nilai keagamaan, tetapi harus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Satono pada Jumat (3/4/2026).

Baca :  Cegah Karhutla, Brimob Polda Kalbar Patroli ke Ketapang dan Sambas

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi-rekomendasi penting bagi tata kelola dakwah di perbatasan. Selain itu, seminar ini juga menjadi ajang mempererat hubungan bilateral antara Indonesia, Malaysia, dan negara-negara tetangga di rumpun Melayu.


Ringkasan Berita

Kabupaten Sambas menggelar Seminar Internasional Dai pada 7–8 April 2026 di Aula Kantor Bupati Sambas.

Acara menghadirkan pembicara tingkat nasional dan internasional, termasuk Mendagri Tito Karnavian serta perwakilan dari Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Fokus utama seminar adalah membangun sinergi antara peran dai dengan pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah perbatasan negara.

Subtema seminar mencakup isu krusial seperti kedaulatan pangan, ketahanan sosial, hingga sejarah dakwah di tanah Borneo.

Bupati Satono berharap seminar ini memperkuat kolaborasi dai dan pemerintah dalam memajukan daerah melalui pendekatan keagamaan yang inklusif.