Anggaran Pontianak Turun Rp123 Miliar: Sekda Amirullah Minta ASN Prioritaskan Belanja Modal Demi Keadilan Warga

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah memberi arahan kepada ASN pada apel pagi. | Anggaran Pontianak Turun Rp123 Miliar: Sekda Amirullah Minta ASN Prioritaskan Belanja Modal Demi Keadilan Warga. (Foto: Prokopim)

KalbarOke.Com – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah tegaskan pentingnya menjaga investasi pembangunan fisik meski anggaran daerah tahun 2026 alami penurunan. Hal ini disampaikan saat memimpin apel rutin ASN di halaman Kantor Wali Kota, Senin (5/1/2026). Belanja modal dinilai paling adil bagi rakyat.

“Belanja modal itu investasi pemerintah yang dinikmati semua warga kota. Jalan, drainase, pasar, taman, sekolah, puskesmas, itu fair dan adil,” ujar Amirullah dengan tegas.

Ia jelaskan transfer keuangan daerah turun sekitar 5,17 persen sehingga APBD menyusut dari Rp2,219 triliun jadi Rp2,096 triliun. Penyesuaian belanja pegawai serta barang dan jasa tak terelakkan.

Jika pendapatan berkurang, maka belanja daerah harus ikut dikurangi agar neraca keuangan tetap sehat. Namun, pemerintah kota berupaya agar proyek yang menyentuh kepentingan publik tidak terganggu.

Baca :  KPK Tempatkan Pontianak SPI Tertinggi SeKalimantan, Pemkot Pacu Sosialisasi Antikorupsi

Amirullah memaparkan capaian ekonomi Pontianak yang membaik dengan angka kemiskinan berhasil ditekan pada kisaran 4 persen. Realisasi pendapatan daerah juga sudah melampaui angka 95 persen.

“Kalau kita bilang sukses, ukurannya apa? Paling gampang dengan angka,” terangnya kepada peserta apel pagi. Ia menyebut tingkat pengangguran saat ini berada di posisi sekitar 7,7 persen saja.

ASN diingatkan untuk tidak bersikap latah di media sosial dan wajib dukung penuh program strategis pemerintah pusat. Soliditas antar tingkatan pemerintahan sangat penting demi suksesnya pelayanan kepada publik.

Pontianak sebagai ibu kota provinsi harus menjadi contoh yang baik dalam perilaku serta prestasi kerja pegawainya. Amirullah mendorong setiap individu untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang ada saat ini.

Baca :  Temuan 57 Tabung Gas Subsidi Dipakai Usaha Kue Lapis: Sekretaris Hiswana Migas Kalbar Sebut ‘Bebal’

Kepatuhan membayar pajak daerah seperti PBB dan pajak kendaraan juga menjadi sorotan agar pendapatan kota bisa ditingkatkan kembali. Prestasi pemerintah kota bermula dari kinerja maksimal setiap individu pegawainya.


Ringkasan Berita

• Sekda Pontianak Amirullah sampaikan APBD 2026 turun menjadi Rp2,096 triliun pada apel rutin, Senin (5/1/2026).

• Penurunan total anggaran disebabkan oleh berkurangnya nilai transfer keuangan daerah (TKD) sebesar 5,17 persen.

• Pemerintah Kota tetap prioritaskan belanja modal untuk pembangunan jalan dan puskesmas karena manfaatnya langsung dirasakan warga.

• Indikator ekonomi makro menunjukkan tren positif dengan angka kemiskinan 4 persen dan pengangguran 7,7 persen.

• ASN diminta mendukung penuh program nasional seperti makan bergizi gratis serta tertib membayar pajak daerah.