Kebakaran Lahan Punggur dan Kuala Dua Nyaris Jilat Pemukiman Warga, Operasional Bandara Supadio Terancam

Kebakaran Lahan Punggur dan Kuala Dua Nyaris Jilat Pemukiman Warga, Operasional Bandara Supadio Terancam. (Foto: Humas Polres)

KalbarOke.Com – Perubahan cuaca dari hujan ke kemarau memicu munculnya titik api di Kabupaten Kubu Raya. Kebakaran lahan terpantau di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Kakap pada Jumat (16/1/2026). Tim gabungan dari Polri, TNI, hingga BNPB segera terjun ke lokasi guna melakukan pemadaman.

Aparat keamanan menjadikan penanganan kebakaran ini sebagai fokus utama. Langkah cepat diambil agar api tidak menyebar luas di area gambut. Vegetasi ini sangat rawan dan sulit mati jika api sudah masuk ke bawah tanah.

Lahan di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, hangus sekitar 2 hektar. Warga sempat cemas karena api hanya berjarak 70 meter dari rumah mereka. Tim terus berupaya memutus jalur api di lokasi.

Titik kedua berada di Desa Punggur Kecil seluas 1,5 hektar. Petugas bekerja keras menyiram area yang dipenuhi semak kering tersebut. Koordinasi antar instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Hingga saat ini, tim masih bertahan untuk proses pendinginan lahan. Upaya ini penting agar bara di dalam gambut tidak menyala lagi. Hembusan angin kencang bisa memicu munculnya api baru jika tidak tuntas.

Baca :  Rekap Kinerja Selama 2025: Polres Kubu Raya Sita 6 Kg Sabu, Angka Laka Lantas Naik

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Aiptu Ade, menyebut pemadaman ini sangat krusial. Hal ini demi melindungi objek vital nasional dari gangguan asap. Bandara Supadio harus tetap aman.

“Langkah ini sangat krusial demi menjamin keselamatan masyarakat dan memastikan kelancaran arus transportasi, terutama mengingat objek vital nasional Bandara Supadio harus bebas asap,” ujar Ade.

Ade menambahkan bahwa patroli rutin terus dilakukan di titik rawan. Pihak kepolisian tidak ingin kecolongan dengan adanya api susulan. Keselamatan warga tetap menjadi skala prioritas paling tinggi.

Selain memadamkan api, petugas juga aktif memberikan edukasi. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dampak buruknya sangat luas bagi kesehatan dan juga roda ekonomi daerah.

Baca :  Lagi-lagi Truk Mogok Biang Macet Jembatan Kapuas 2, Ketidaksabaran Pemotor Memperburuk Keadaan

“Kami terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan lahan,” tegas Ade dalam keterangan resminya pada Sabtu (17/1/2026). Penyelidikan penyebab kebakaran kini sedang diproses.

Polres Kubu Raya meminta warga segera melapor jika melihat asap. Deteksi dini membantu petugas memadamkan api sebelum menjadi besar. Kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga langit tetap biru.


Ringkasan Berita

• Titik api Karhutla mulai muncul di wilayah Kuala Dua dan Punggur Kecil pada hari Jumat (16/1/2026).

• Luas keseluruhan lahan yang hangus terbakar mencapai total 3,5 hektar di dua wilayah kecamatan berbeda.

• Lokasi kobaran api di Desa Kuala Dua sangat berbahaya karena hanya berjarak 70 meter dari rumah warga.

• Tim gabungan kini fokus melakukan pendinginan tanah guna mencegah munculnya asap di Bandara Supadio.

• Pihak kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran dan melarang keras warga membakar lahan saat kemarau.