Isu Tenaga Kerja Lokal di PSN Pulau Penebang Memanas, TKBM TKBM Bina Mulia Tuntut Transparansi Kerja

TKBM Bina Mulia Teluk Melano keluhkan minimnya pelibatan tenaga kerja lokal di PSN Pulau Penebang saat audiensi dengan KUPP dan Polres Kayong Utara. (Foto: IST.)

KalbarOke.Com — Isu minimnya pelibatan tenaga kerja lokal dalam operasional bongkar muat di wilayah Proyek Strategis Nasional (PSN) Pulau Penebang menjadi sorotan utama dalam audiensi antara Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Bina Mulia Teluk Melano dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Teluk Batang, Kamis (29/1/2026).

Puluhan personel Polres Kayong Utara dikerahkan untuk memastikan forum penyampaian aspirasi yang berlangsung di Aula Kantor KUPP Teluk Batang tersebut berjalan kondusif. Sebanyak 80 anggota TKBM hadir untuk menyuarakan ketidakpastian kerja yang mereka alami akibat kendala komunikasi dengan pihak perusahaan pemakai jasa.

Wakil Ketua TKBM Bina Mulia, Baharudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghambat proyek nasional, melainkan hanya ingin memperjuangkan hak para pekerja lokal agar terlibat aktif dalam aktivitas ekonomi di daerah sendiri.

“Kami ingin mendengarkan langsung dari pihak KUPP dan penegak hukum. Jangan sampai ada isu di luar seolah TKBM menghambat proyek nasional, padahal kami hanya memperjuangkan hak dan kesepakatan kerja terkait minimnya pelibatan tenaga kerja lokal oleh pihak PBM Kayong Berkah Makmur (KBM),” tegas Baharudin.

Baca :  Hutan Produksi Pulau Maya Terbakar, Tim Gabungan Terjang Medan Berat Demi Jinakkan Api di Lahan Gambut

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala KUPP Kelas III Teluk Batang, Ir. Aksar, menjelaskan bahwa operasional di Pulau Penebang memang memiliki tantangan teknis dan alam yang berbeda dari pelabuhan umum. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong agar semua pihak mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja.

Di sisi lain, Kabagops Polres Kayong Utara, AKP Suhud Tri Haryatmo, yang memimpin pengamanan 30 personel Polri, mengapresiasi sikap tertib para anggota TKBM selama forum berlangsung.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan proses penyampaian pendapat berjalan lancar dan aman. Kami mengapresiasi kerja sama semua pihak yang tetap menjaga kondusivitas selama forum berlangsung,” ujar AKP Suhud.

Audiensi ini menghasilkan kesepakatan penting, di mana akan dijadwalkan pertemuan lanjutan pada 11 Februari 2026 di Polres Kayong Utara. Pertemuan tersebut nantinya akan menghadirkan pihak kunci, termasuk pemilik perusahaan atau pemakai jasa, guna membahas kesepakatan kontrak kerja yang lebih adil bagi tenaga kerja lokal.

Baca :  Apel Kendaraan Polres Kayong Utara Temukan Lima Unit Rusak

Hingga pertemuan lanjutan dilaksanakan, seluruh pihak berjanji untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kayong Utara tetap terkendali.


Ringkasan Berita

*TKBM Bina Mulia melakukan audiensi dengan KUPP Teluk Batang terkait minimnya pelibatan tenaga kerja lokal di PSN Pulau Penebang pada Kamis (29/1/2026).

*Pekerja lokal mengeluhkan ketidakpastian kontrak kerja dan kendala komunikasi dengan PBM Kayong Berkah Makmur (KBM).

*Polres Kayong Utara menyiagakan 30 personel di bawah pimpinan AKP Suhud untuk mengamankan jalannya diskusi.

*Kepala KUPP, Aksar, memberikan kebijakan sementara agar aktivitas ekonomi di wilayah 3T tersebut tetap berjalan sembari mencari solusi regulasi.

*Pertemuan lanjutan akan digelar pada 11 Februari 2026 dengan menghadirkan pemilik perusahaan guna menuntaskan masalah kontrak kerja.