Update Banjir Sekadau Meluas: Rendam 11 Ribu Jiwa, Ketinggian Tembus 2 Meter

Petugas BPBD Sekadau melakukan pemantauan dan evakuasi kondisi banjir, Kamis (8/1/2025) sore. | Update Banjir Sekadau Meluas: Rendam 11 Ribu Jiwa, Ketinggian Tembus 2 Meter. (Foto: Dok. BPBD Sekadau)

KalbarOke.Com – Bencana banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Sekadau sejak Kamis (8/1/2026) dini hari akibat curah hujan ekstrem yang memicu meluapnya Sungai Sekadau. Hingga Kamis sore, data mencatat sebanyak 3.545 KK atau 11.583 jiwa terdampak banjir yang merendam kawasan pemukiman.

“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan hingga Kamis sore masih berlangsung di sejumlah wilayah,” ujar Plt Kalak BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo.

Kecamatan Nanga Taman menjadi titik terparah dengan sebaran di 10 desa, mencakup 2.882 KK atau setara 9.779 jiwa yang kini terisolasi. Akses jalan antar desa dilaporkan terputus total akibat genangan air yang menutup jalur transportasi utama warga.

Ketinggian air di lapangan sangat bervariasi antara 0,5 hingga mencapai 2 meter, tergantung pada topografi masing-masing wilayah desa. Sebagian warga kini mulai mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi guna menghindari risiko arus deras.

BPBD Kabupaten Sekadau bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus melakukan patroli intensif serta evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Kondisi debit air di beberapa titik terpantau masih merangkak naik akibat kiriman air dari wilayah hulu.

Baca :  Pastikan Layanan Publik Gas Pol! Bupati Aron Pimpin Sidak Gabungan Pantau Kehadiran ASN Sekadau Pasca Libur Nataru

“Kondisi terkini menunjukkan penurunan air di beberapa desa, namun desa lain justru meningkat akibat kiriman air hulu,” jelas Plt Kalak BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo.

Di Kecamatan Nanga Mahap, Desa Lembah Beringin mencatat 663 KK atau 1.804 jiwa yang terdampak luapan sungai secara signifikan. Kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan fasilitas umum mulai terdata seiring meluasnya cakupan wilayah terdampak bencana.

Tim reaksi cepat terus melakukan pendataan akurat guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan darurat yang layak. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan diperketat untuk memantau titik-titik pengungsian mandiri masyarakat.

Melihat skala dampak yang sangat luas, BPBD merekomendasikan pemerintah daerah untuk segera menetapkan status darurat bencana di Kabupaten Sekadau. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat mobilisasi personel serta penambahan peralatan kebencanaan.

“Kami merekomendasikan percepatan penetapan status darurat guna mempercepat penanganan dan bantuan kepada masyarakat,” tegas Plt Kalak BPBD Kabupaten Sekadau, Heri Handoko Susilo.

Ketersediaan logistik dan obat-obatan menjadi prioritas utama yang harus segera ditambah mengingat ribuan jiwa masih bertahan di pengungsian. Pemerintah daerah juga diminta memperkuat sinergi lintas OPD untuk menangani kerusakan infrastruktur vital.

Baca :  Kapolres Sekadau Resmi Berganti: AKBP Andhika Wiratama Gantikan Donny Molino, Warga Diminta Waspada Penipuan

Warga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Keselamatan jiwa menjadi fokus tertinggi dalam setiap tahapan penanggulangan bencana di Bumi Lawang Kuari ini.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi darurat diharapkan segera menghubungi posko terdekat atau perangkat desa setempat. Petugas gabungan dipastikan tetap bersiaga di lapangan hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.


Ringkasan Berita

• Sebanyak 11.583 jiwa (3.545 KK) di Kabupaten Sekadau terdampak banjir besar pada Kamis (8/1/2026).

• Kecamatan Nanga Taman menjadi wilayah paling terdampak dengan 10 desa terendam air setinggi 0,5 hingga 2 meter.

• Plt Kalak BPBD Sekadau Heri Handoko Susilo melaporkan akses jalan antar desa terputus dan infrastruktur umum mengalami kerusakan.

• Tim gabungan TNI-Polri dan BPBD telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga dan monitoring debit air kiriman dari hulu.

• BPBD merekomendasikan penetapan status darurat bencana agar penyaluran bantuan logistik dapat berjalan lebih cepat dan efektif.