240 Siswa MIM Labschool Sintang Terlantar Akibat Sengketa, Dinas KBP3A Siapkan Pendampingan Khusus Kelas 6

UPTD PPA Sintang tinjau kondisi 240 siswa MIM Labschool Sintang yang terdampak sengketa tata kelola. Fokus pendampingan psikologis bagi guru dan siswa kelas 6. (Foto: Ist.)

KalbarOke.Com — Konflik tata kelola yang berujung pada penyegelan ruang kelas di Madrasah Ibtida’iyah Ma’arif (MIM) Labschool Sintang tak kunjung usai. Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sintang secara resmi melakukan peninjauan langsung untuk memberikan pendampingan psikologis bagi guru dan ratusan siswa yang terdampak, Jumat kemarin (30/1/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala UPTD PPA Sintang, Samuel, beserta staf, yang disambut oleh pihak sekolah dan komite di lokasi pengungsian sementara, yakni Gedung STAIMA Sintang. Pihak sekolah memohon bantuan mendesak untuk memulihkan kondisi mental para guru perempuan dan 240 siswa yang mengalami tekanan psikis akibat kisruh ini.

“Alhamdulillah, langsung ditindaklanjuti dengan melihat langsung kondisi anak-anak dalam pendidikan serta sarana prasarana yang minim dan tekanan psikologis yang saat ini mengungsi di Gedung dan ruangan STAIMA,” ujar Lisa, salah satu perwakilan wali murid dan komite, Jumat (30/1/2026).

Baca :  Pasutri di Sintang Mantap Rujuk di KUA Dedai, Gratis dan Legal Jaga Keutuhan Keluarga

Kepala UPTD PPA Sintang, Samuel, menegaskan bahwa hasil pemantauan lapangan ini akan segera dibahas bersama Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Sintang untuk menentukan langkah strategis selanjutnya. Fokus utama saat ini adalah memastikan hak pendidikan anak tidak terhenti, terutama bagi siswa tingkat akhir.

“(Hasil pemantauan) akan kami bahas bersama pak Kadis. Mungkin yang menjadi konsen kami adalah pendampingan terhadap anak-anak kelas 6 yang akan ujian,” jelas Samuel.

Krisis ini bermula sejak minggu pertama semester genap, di mana pintu-pintu kelas, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah dilaporkan terkunci rapat akibat aksi sepihak oknum tertentu. Ketua Komite MIM Labschool Sintang, Wida, menyatakan bahwa tindakan tersebut telah “mengamputasi” hak asasi anak untuk mendapatkan pendidikan layak.

“Sejak itu kami orang tua bersama Komite dan Guru sangat terkejut terhadap aksi sepihak terlapor yang menggembok ruang guru dan ruang kelas untuk anak kami belajar. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, para siswa terpaksa mengungsi ke ruang kampus yang bukan peruntukannya,” ungkap Wida.

Baca :  Bala Murka! Bos Agen Banyak Absen Rapat Kelangkaan Gas: Kalau Mau Bisnis Murni Jangan Ambil Barang Subsidi

Saat ini, proses belajar mengajar masih berlangsung ala kadarnya tanpa sarana meja dan kursi yang memadai. Intervensi dari Pemerintah Kabupaten Sintang melalui UPTD PPA diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pendidik dan siswa di tengah ketidakpastian sengketa yang masih memanas.


Ringkasan Berita

*UPTD PPA Kabupaten Sintang mengunjungi siswa dan guru MIM Labschool Sintang yang mengungsi di STAIMA, Jumat (30/1/2026).

*Sebanyak 240 siswa terdampak akibat penguncian/penggembokan ruang kelas yang sudah berlangsung selama dua pekan.

*Pihak sekolah meminta pendampingan psikis bagi guru perempuan dan mental siswa yang tertekan karena fasilitas belajar minim.

*Samuel (Kepala UPTD PPA) memprioritaskan pendampingan bagi siswa kelas 6 yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian kelulusan.

*Komite sekolah mengecam aksi penggembokan sepihak yang dinilai telah melanggar hak pendidikan anak.