Target Pertumbuhan 8 Persen, Wagub Krisantus Ajak Investor Tiongkok Garap Potensi Ekonomi Kalbar

Target Pertumbuhan 8 Persen, Wagub Krisantus Ajak Investor Tiongkok Garap Potensi Ekonomi Kalbar. (Foto: Adpim)

KalbarOke.Com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan keseriusan dalam memperluas jangkauan investasi internasional. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri kegiatan bertajuk Your Gateway to Investing in Indonesia yang dilaksanakan di vOffice Indonesia HQ, Centennial Tower, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Forum ini menjadi jembatan strategis yang mempertemukan para pemodal asal Tiongkok dengan jajaran Pemerintah Indonesia. Krisantus menilai pertemuan ini sebagai langkah besar untuk memperkuat kerja sama lintas negara yang saling menguntungkan.

“Ini bisa dikatakan sebagai pertemuan antara dua negara, yakni investor Cina dengan Indonesia, dan ini merupakan peluang besar yang harus kita sambut,” ujar Krisantus Kurniawan.

Kehadiran mantan Anggota DPR RI ini sekaligus menjadi penegas bahwa Kalimantan Barat siap menyambut mitra internasional dengan berbagai kemudahan akses, asalkan selaras dengan target pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Krisantus memberikan penekanan bahwa investasi yang masuk tidak boleh hanya menguntungkan pihak pemodal, tetapi harus berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat lokal. Salah satu poin unik yang ia sampaikan adalah mengenai tertib administrasi kendaraan operasional perusahaan.

Baca :  Terbuka untuk Umum, Ini Jadwal Open House Natal 2025 di Rumah Dinas Wagub Krisantus

“Kearifan lokal harus kita lestarikan. Ini berlaku bagi seluruh investasi di Kalimantan Barat, termasuk kendaraan operasional yang digunakan agar berpelat Kalimantan Barat,” tegas Krisantus.

Selain aspek kontribusi pajak, Krisantus juga mencermati isu kelestarian alam. Ia menginginkan model investasi yang ramah lingkungan dan mampu menjaga keutuhan hutan Kalimantan sebagai aset jangka panjang. Baginya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan ekosistem yang menjadi identitas daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan beberapa daerah lain dalam mengelola pariwisata berbasis alam yang mampu menjual keindahan tanpa merusak. Standar serupa diharapkan dapat diterapkan oleh para investor yang akan masuk ke wilayah Kalimantan Barat.

Senada dengan Wagub Kalbar, Advisor to vOffice Group, Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi ini. Ia berharap masuknya modal dari Tiongkok ke Kalimantan Barat dapat membawa angin segar berupa transfer teknologi dan inovasi bagi industri lokal.

“Semoga kerja sama ini membawa investasi ke Kalimantan Barat, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen sesuai harapan Bapak Presiden,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga menambahkan bahwa ekosistem layanan vOffice siap memfasilitasi para pelaku usaha global untuk melihat potensi Indonesia secara utuh. Kalimantan Barat dengan kekayaan sumber daya alamnya dinilai memiliki daya tarik utama bagi investor yang mencari peluang di sektor energi hijau, infrastruktur, maupun pariwisata.

Baca :  Serdam Resmi Jadi Pusat Kuliner Kalimantan Barat: Transformasi Megah Perbatasan Pontianak-Kubu Raya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan akan terus mengkaji setiap potensi kerja sama dengan saksama. Keterbukaan terhadap investasi asing tetap diimbangi dengan proteksi terhadap nilai-nilai budaya dan kepentingan masyarakat adat, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan bermartabat.


Ringkasan Berita

• Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan mempromosikan potensi investasi Kalbar kepada investor Tiongkok di Jakarta pada Selasa (13/1/2026).

• Krisantus meminta investor menggunakan kendaraan operasional berpelat Kalimantan Barat demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

• Investasi yang masuk diwajibkan ramah lingkungan dan menghormati kearifan lokal serta kelestarian hutan daerah.

• Sandiaga Uno mendukung kolaborasi ini untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui transfer teknologi.

• Forum ini menjadi wadah vital bagi Kalimantan Barat untuk memperkuat posisi sebagai destinasi investasi yang berdaya saing global.