Biliar Menjamur di Pontianak: Antara Kekhawatiran Judi dan Optimisme Edi Kamtono Cetak Atlet Dunia

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menepis pandangan negatif soal menjamurnya arena biliar. Ia justru mendorong biliar sebagai wadah lahirnya atlet berprestasi. (Foto: Edi Kamtono menjajal stik dan meja biliar saat resmikan Newton Home Tournament/Pro.)

KalbarOke.Com — Di tengah kekhawatiran sebagian kalangan masyarakat mengenai menjamurnya arena biliar yang dianggap berpotensi menjadi tempat praktik perjudian serta merusak norma agama dan moral generasi muda, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono justru memiliki pandangan yang berbeda.

Edi menilai fenomena menjamurnya kafe biliar di hampir setiap kecamatan di Pontianak saat ini sebagai sinyal positif bagi dunia olahraga. Baginya, semakin banyak fasilitas biliar dan turnamen yang digelar, semakin luas pula ruang bagi generasi muda untuk mengasah skil dan menapaki jalur prestasi.

“Kejuaraan ini mudah-mudahan dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kita ingin ada yang terus berkembang hingga ke level yang lebih tinggi,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Edi Kamtono Newton Home Tournament di Newton Pool and Café, Sabtu (14/2/2026) malam.

Baca :  Kisah Sunyi Satiman: 33 Tahun Mengabdi Sebagai Penyapu Jalan Hingga Mampu Berangkat Haji

Wali Kota Edi mengakui bahwa biliar memang masih dibayangi stigma negatif sebagai aktivitas yang kurang produktif di mata sebagian masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa biliar adalah cabang olahraga resmi yang diperlombakan hingga tingkat nasional (PON) maupun internasional.

“Biliar adalah olahraga. Kalau dikelola dengan baik dan dibina secara profesional, ini bisa meningkatkan prestasi dan membanggakan daerah,” ucapnya menepis anggapan miring tersebut.

Edi optimistis bahwa dengan manajemen kafe biliar yang profesional, tempat-tempat tersebut justru akan menjadi pusat pembinaan yang mampu menjaring atlet terbaik dari Kota Pontianak untuk mengharumkan nama Kalimantan Barat. Menurutnya, alih-alih menjadi sarana judi, biliar justru menjadi industri olahraga yang menggerakkan ekonomi kota.

“Selain mendukung prestasi olahraga, kegiatan ini juga berdampak pada perputaran ekonomi dan tumbuhnya industri olahraga di kota ini,” tutupnya.

Baca :  Siapkan Jalur Protokol Jembatan Kapuas III, Warga Pontianak Barat Tata Lingkungan Lewat Kerja Bakti

Ringkasan Berita

*Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong perkembangan kafe biliar sebagai sarana melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

*Meskipun ada kekhawatiran masyarakat soal potensi perjudian dan penurunan moral, Wali Kota menilai biliar sebagai cabang olahraga yang memiliki jalur prestasi jelas.

*Menjamurnya arena biliar di setiap kecamatan dipandang sebagai momentum untuk menjaring bibit atlet muda secara lebih masif melalui turnamen rutin.

*Edi Kamtono menekankan pentingnya pembinaan profesional dan manajemen yang baik agar stigma negatif biliar sebagai aktivitas tidak produktif dapat hilang.

*Selain fokus pada olahraga, pertumbuhan tempat biliar juga diklaim memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi dan industri kreatif di Kota Pontianak.