Padi Wakaf di Desa Seburing: Madrasah Nurul Huda Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Zakat Produktif

MIS Nurul Huda Seburing mengelola lahan sawah wakaf produktif dengan dukungan zakat produktif Kemenag Sambas guna mencegah siswa putus sekolah. (Foto: Hms)

KalbarOke.Com — Sebidang lahan sawah seluas setengah hektare di Dusun Kartini, Desa Seburing, Kecamatan Semparuk, kini menjadi tumpuan harapan baru bagi dunia pendidikan. Lahan wakaf milik Madrasah Ibtida’iyah Swasta (MIS) Nurul Huda Seburing tersebut mulai dikelola secara optimal menggunakan dana zakat produktif sejak Rabu (18/2/2026).

Langkah inovatif ini bertujuan membangun kemandirian madrasah agar tidak terus bergantung pada bantuan eksternal. Hasil panen padi dari lahan ini nantinya akan dialokasikan untuk mendukung operasional sekolah serta memastikan tidak ada peserta didik yang putus sekolah karena kendala biaya.

“Manfaat dari pengelolaan sawah ini tidak hanya berupa hasil panen, tetapi juga proses pemberdayaan. Orang tua siswa yang tergolong kurang mampu dilibatkan dalam kegiatan pertanian, sehingga program ini membuka ruang penghasilan,” jelas Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Sambas, Hakiki.

Sistem pengelolaan yang diterapkan sangat unik, yaitu melibatkan ekosistem madrasah secara menyeluruh:

Baca :  Saham Elnusa Cetak Rekor Tertinggi, Investor Respons Kinerja Energi Terintegrasi

• Orang Tua Siswa: Terutama yang kurang mampu, diajak aktif dalam proses penanaman dan perawatan padi.

• Tenaga Pendidik: Para guru ikut berperan sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai nilai kerja sama dan manajemen wakaf.

• Kemandirian Ekonomi: Hasil penjualan padi diarahkan untuk menutupi kebutuhan operasional madrasah yang selama ini terbatas.

Kepala Kantor Kemenag Sambas, Kaharudin, menambahkan bahwa zakat produktif sengaja disalurkan ke sektor ini agar nilai ibadah wakaf bisa sejalan dengan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Ia berharap madrasah dapat menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi berbasis umat.

Kepala MIS Nurul Huda Seburing, Surian, menyambut baik bantuan tersebut sebagai titik balik madrasah. “Meskipun hasil awal mungkin belum besar, pengelolaan yang berkelanjutan diyakini akan membawa dampak jangka panjang. Jika berhasil, kami berencana mengembangkan ke sektor pertanian lain,” ungkapnya optimistis.

Baca :  Pasar Juadah Singkawang Tumpah Ruah, Wisatawan dari Jakarta hingga Batam Ikut Berburu Takjil

Melalui model ini, sawah di Desa Seburing bukan sekadar lahan pertanian biasa, melainkan simbol solidaritas dan benteng pertahanan bagi masa depan pendidikan anak-anak di Kabupaten Sambas.


Ringkasan Berita

*Kemenag Sambas menyalurkan bantuan zakat produktif untuk mengelola lahan sawah wakaf seluas 0,5 hektare milik MIS Nurul Huda Seburing pada Rabu (18/2/2026).

*Program ini bertujuan menciptakan kemandirian finansial madrasah guna mendukung biaya operasional dan mencegah siswa putus sekolah.

*Orang tua siswa yang kurang mampu diberdayakan sebagai tenaga pengelola lahan agar mendapatkan penghasilan tambahan.

*Hasil panen padi akan digunakan sebagai sumber pendanaan mandiri madrasah untuk mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah.

*Pihak madrasah berencana melakukan diversifikasi ke sektor pertanian lain jika proyek sawah ini menunjukkan hasil yang positif.