Verrell-Bernadine Bangkit Setelah Kalah Gim Pertama, Tantang Dejan-Apriyani di Babak 16 Besar

Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana bangkit dari kekalahan gim pertama untuk mengalahkan pasangan Chinese Taipei di Pontianak International Challenge 2026. Foto: Ist

KalbarOke.com — Verrell Yustin Mulia dan Bernadine Anindya Wardana sempat kehilangan kendali pada gim pertama. Namun pasangan muda ganda campuran itu mengubah pendekatan dan membalikkan keadaan untuk melaju ke babak 16 besar Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Verrell/Bernadine mengalahkan pasangan unggulan ketiga asal Chinese Taipei, Ming Che Lu/Chou Yu An, dalam pertandingan babak 32 besar di Pontianak, Kamis, 27 Agustus 2026. Mereka menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-8, 21-10.

Kekalahan pada gim pembuka membuat Verrell dan Bernadine harus segera mencari cara untuk keluar dari tekanan. Mereka kemudian meningkatkan fokus dan mencoba mengubah atmosfer permainan agar tidak terus berada di bawah kendali lawan.

“Puji Tuhan bersyukur bisa main tanpa cedera dan diberikan kemenangan. Memang lawan tidak gampang, Ming Che Lu punya kualitas yang baik,” kata Verrell seusai pertandingan.

Menurut Verrell, perubahan terbesar terjadi setelah mereka kehilangan gim pertama. Mereka berusaha membangun kembali kepercayaan diri sekaligus meningkatkan intensitas permainan. “Setelah kalah di gim pertama, kami coba menguatkan fokus dan meningkatkan hawa di dalam lapangan, jangan sampai kalah hawanya sama mereka,” ujarnya.

Baca :  Dari Kampung Yuka, Edi Kamtono Ingin Lomba Sampan Bidar Menembus Sarawak hingga Brunei

Perubahan itu berbuah hasil. Verrell/Bernadine tampil jauh lebih dominan pada gim kedua dan hanya memberikan delapan poin kepada pasangan Chinese Taipei. Pada gim penentuan, mereka kembali menjaga momentum hingga menutup laga dengan kemenangan 21-10.

Selain meningkatkan intensitas, keduanya juga berusaha disiplin menjalankan pola permainan yang telah dipersiapkan sebelum pertandingan.

Verrell mengatakan turnamen di Pontianak merupakan kompetisi kedua bagi mereka sebagai pasangan. Karena itu, target mereka bukan hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga memperkuat pola permainan yang sebelumnya masih menjadi bahan evaluasi.

“Ini turnamen kedua kami dan pastinya kami ingin lebih baik. Evaluasi dari turnamen pertama lebih ke pemantapan pola main dan penguatan defense,” kata Verrell.

Bernadine mengakui kemenangan tersebut diraih setelah mereka melewati proses adaptasi. Pertandingan di Pontianak merupakan laga pertamanya dalam turnamen ini sehingga suasana lapangan sempat membuatnya kaget. “Hari ini masih kaget dengan suasana lapangan karena ini pertandingan pertama. Kami masih beradaptasi, masih meraba-raba,” ujar Bernadine.

Meski demikian, ia menyebut tidak ada kendala berarti yang mengganggu permainan mereka. Tantangan berikutnya jauh lebih berat. Di babak 16 besar, Verrell/Bernadine akan berhadapan dengan pasangan senior Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Baca :  Comeback Setelah 8 Bulan, Chiara Marvella Handoyo Akhirnya Kembali Bertanding di Pontianak

Bernadine justru memilih pendekatan santai. Ia dan Verrell tidak ingin terbebani pengalaman serta reputasi lawan yang lebih senior. “Dejan/Apriyani senior kami dan lebih berpengalaman. Jadi kami mau menganggap seperti di latihan saja, seperti sparring,” kata Bernadine.

Ada alasan lain mengapa pendekatan itu terasa masuk akal bagi pasangan muda tersebut. Verrell dan Bernadine bukan pasangan yang benar-benar baru. Mereka pernah berduet ketika masih berada di klub.

Pengalaman itu membuat keduanya tidak harus membangun chemistry dari titik nol ketika kembali dipasangkan. “Dulu waktu di klub kan kami pernah berpasangan. Jadi saat mulai dipasangkan, tidak dari nol banget lagi. Sedikit-sedikit ingat bagaimana enaknya di lapangan,” ujar Bernadine.

Kini, setelah melewati comeback dramatis pada babak 32 besar, Verrell/Bernadine menghadapi ujian yang lebih berat. Pertandingan melawan Dejan/Apriyani akan menjadi kesempatan untuk mengukur seberapa jauh perkembangan pasangan muda tersebut dalam turnamen keduanya. (deL)