Indeks

Anggota DPD RI Usul Ganti Nama Bandara Supadio, Ini 6 Alasannya

Anggota DPD RI Usul Ganti Nama Bandara Supadio, Ini 6 Alasannya. (Foto: IST.)

KalbarOke.Com – Sebuah usulan penting terkait identitas sejarah dan kebanggaan lokal mencuat di rapat kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Anggota DPD RI asal Kalimantan Barat, Syarif Melvin, secara resmi mengusulkan penggantian nama Bandara Supadio menjadi Bandara Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Usulan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan sebuah penghormatan terhadap pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Menurut Syarif Melvin, ada enam alasan kuat yang melandasi usulan ini, yang dia sampaikan langsung kepada Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana.

Enam Alasan di Balik Usulan Perubahan Nama

Berikut adalah enam alasan utama mengapa Bandara Supadio diusulkan untuk berganti nama:

1. Menghormati Tokoh Sejarah: Perubahan nama ini adalah bentuk penghormatan kepada Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, sosok yang berperan besar dalam mendirikan Kota Pontianak pada tahun 1771.

2. Memperkuat Identitas Lokal: Nama baru diharapkan dapat menguatkan identitas budaya dan sejarah Kalimantan Barat.

3. Meningkatkan Daya Tarik Wisata: Nama Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie diyakini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Pontianak.

4. Menyelaraskan dengan Tren Nasional: Usulan ini sejalan dengan tren nasional di mana bandara atau fasilitas publik lainnya menggunakan nama tokoh-tokoh pahlawan atau pendiri daerah.

5. Membangkitkan Kebanggaan Masyarakat: Nama yang memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah lokal diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga bagi masyarakat Kalbar.

6. Mengoreksi Penamaan Saat Ini: Nama Supadio, yang merupakan nama seorang Letnan Kolonel yang gugur pada tahun 1966 di Bandung, tidak memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah atau identitas Kalimantan Barat.

Tanggapan Pemerintah dan Masalah Penerbangan Lainnya

Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol (Purn) Suntana, menyatakan bahwa usulan tersebut akan ditindaklanjuti.

“Proposal usulan yang dibawa Pak Syarif Melvin kami terima. Perubahan nama Bandara Supadio akan kami tindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku bersama DPR RI,” katanya.

Selain isu nama, Syarif Melvin juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait penurunan frekuensi penerbangan rute Pontianak–Ketapang.

Ia juga mendesak agar status Bandara Supadio sebagai bandara internasional dioptimalkan, mengingat posisi strategis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Menurutnya, potensi rute internasional ke Kuching, Kuala Lumpur, dan Singapura sangat besar dan perlu dukungan penuh dari pemerintah. (rls/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Exit mobile version