KalbarOke.com — Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak memasang target menerima lebih dari 1.000 mahasiswa baru pada 2027. Target itu menjadi salah satu agenda Ir. Arif Parabi, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., setelah resmi menjabat rektor periode 2026–2030, menggantikan Dr. Purwanto yang telah memimpin kampus tersebut sejak 2018.
Arif dilantik di Gedung Convention Centre Universitas Panca Bhakti, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Senin, 19 Oktober 2026. Pelantikan dilakukan Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si., FCBArb., dilanjutkan penandatanganan berita acara sumpah jabatan dan serah terima jabatan rektor.
Di bawah kepemimpinan baru, UPB tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah mahasiswa. Arif juga berencana memperkuat akreditasi, memenuhi kebutuhan sumber daya manusia dan sarana-prasarana program studi, serta membenahi tata kelola perguruan tinggi.
“Pertama, menyelesaikan program rektor yang lama, kemudian menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang belum diselesaikan, dan ketiga, kita mulai dengan program yang baru,” kata Arif seusai pelantikan.
Arif menyebut tiga agenda yang akan menjadi perhatian selama masa kepemimpinannya, yakni Good University Governance, Income Generating, dan Student Retention Program. Good University Governance berfokus pada penguatan tata kelola universitas agar penyelenggaraan pendidikan tinggi berjalan lebih baik.
Income Generating diarahkan pada peningkatan kemampuan kampus menghasilkan pendapatan untuk mendukung keberlanjutan operasional dan pengembangan institusi. Sementara itu, Student Retention Program ditujukan untuk memperkuat upaya mempertahankan mahasiswa agar dapat melanjutkan studi hingga lulus.
Menurut Arif, kebutuhan program studi yang baru berkembang menjadi salah satu pekerjaan mendesak. Kampus perlu menyiapkan fasilitas, tenaga pengajar, tenaga kependidikan, serta berbagai persyaratan untuk memperkuat akreditasi.
Karena itu, ia memilih memprioritaskan peningkatan kualitas program studi yang sudah tersedia daripada sekadar memperbanyak program baru. Arif mengatakan jumlah program studi UPB telah meningkat dari enam menjadi 12. Universitas itu juga memiliki tiga program studi magister yang dapat dikembangkan untuk memperluas akses pendidikan pascasarjana.

Ia berharap penguatan program studi tersebut dapat meningkatkan daya saing UPB di tengah persaingan perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat. Target penerimaan mahasiswa menjadi salah satu tolok ukur pertumbuhan yang ingin dicapai Arif.
Ia menyebut UPB menerima sekitar 800 mahasiswa baru pada tahun ini. Pada 2027, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 1.000 orang. Adapun jumlah mahasiswa aktif UPB saat ini mendekati 5.000 orang. Arif berharap angka itu dapat menembus 5.000 mahasiswa pada tahun depan.
Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah mahasiswa harus diimbangi dengan keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan. “Jadi input dan output-nya harus sepadan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menempatkan keberlangsungan studi sebagai salah satu tantangan penting bagi kepemimpinan baru.
Peningkatan penerimaan mahasiswa perlu disertai upaya menjaga mutu pembelajaran dan memastikan mahasiswa memperoleh dukungan yang memadai hingga lulus. Arif juga berharap UPB tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Kalimantan Barat, tetapi berkembang menjadi salah satu yang terbesar di provinsi ini.
Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Garuda Wiko, mengingatkan bahwa pergantian rektor bukan sekadar proses pergantian pejabat. Menurut dia, peralihan kepemimpinan harus menjadi momentum untuk memperbarui komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas manfaat universitas bagi masyarakat.
Ia menilai perguruan tinggi saat ini menghadapi perubahan cepat akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dinamika dunia kerja, dan persaingan global. Dalam situasi tersebut, perguruan tinggi perlu terus beradaptasi tanpa mengabaikan integritas, profesionalisme, mutu akademik, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Garuda juga menekankan pentingnya kontribusi kampus dalam menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Menurut dia, perguruan tinggi tidak boleh hanya menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian sebagai kegiatan administratif. Ia berharap UPB dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia.
Garuda turut menyampaikan penghargaan kepada Purwanto atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin UPB. Ia berharap capaian pada periode sebelumnya menjadi fondasi bagi pengembangan universitas pada masa mendatang.
Sementara Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Periode 2018-2026, Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIArb., CIM., menyatakan optimistis Arif mampu melanjutkan program-program yang telah dirintis selama kepemimpinannya. Menurut dia, Arif telah terlibat dalam pelaksanaan sejumlah agenda kampus, termasuk pembangunan sarana-prasarana dan penguatan tata kelola pendidikan tinggi. Karena itu, Purwanto menilai pergantian rektor dapat berlangsung dengan kesinambungan program.
Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan yang belum tuntas. Penguatan akreditasi institusi dan program studi, optimalisasi kerja sama nasional dan internasional, penambahan fasilitas kampus, serta peningkatan pendapatan universitas masih perlu dilanjutkan. “Masih banyak, tetapi insyaallah ini akan dilanjutkan,” kata Purwanto.

Ia berharap kepemimpinan Arif dapat membawa UPB menjadi universitas yang unggul dan membanggakan masyarakat Kalimantan Barat. Setelah meninggalkan jabatan rektor, Purwanto menyatakan tetap ingin berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ia menyebut perannya di Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Kalimantan Barat sebagai salah satu ruang untuk memperkuat kolaborasi antarkampus. Kolaborasi itu, menurut dia, penting untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia yang berkualifikasi sarjana, magister, hingga doktor. Purwanto juga berencana melanjutkan kiprahnya sebagai arbiter di Badan Arbitrase Nasional Indonesia.
Dengan masa jabatan hingga 2030, Arif kini menghadapi tantangan untuk mengubah target pertumbuhan menjadi capaian yang terukur. Penerimaan lebih dari 1.000 mahasiswa baru, penguatan akreditasi, perbaikan tata kelola, dan peningkatan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi akan menjadi bagian penting dari agenda tersebut.
Bagi UPB, ukuran keberhasilan kepemimpinan baru bukan hanya seberapa besar kampus berkembang, melainkan juga sejauh mana peningkatan itu menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat Kalimantan Barat. (deL)






