Bahas APBD, Pemkot Prioritaskan Lumbung PAD

PONTIANAK, KB1- Pemkot Pontianak menerapkan skala prioritas dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Karenanya, Walikota Pontianak, Sutarmidji berharap warga Kota Pontianak bisa bersabar menunggu giliran wilayahnya tersentuh pembangunan.

Ia mengatakan pemerataan pembangunan merupakan program Pemkot dengan skala prioritas. “Pembangunan saat ini prioritas utama adalah jalan-jalan protokol, saluran-saluran primer dan sekolah-sekolah yang memang untuk peningkatan kualitas,” ujarnya, Rabu (3/12) di ruang kerjanya.

Disadarinya, semua masyarakat sudah tentu menginginkan daerahnya dibangun. Namun dijelaskannya, pembangunan antara wilayah kecamatan yang satu dengan lainnya tidak bisa sama.

“Tapi ada skala prioritas, misalnya tidak semua wilayah dibangun sekolah lalu wilayah lainnya juga dibangun sekolah. Begitu juga rumah sakit, tidak semua wilayah dibangun rumah sakit semuanya,” jelasnya.
Namun diakuinya, sumber pembiayaan untuk pembangunan tersebut tidak hanya bisa berharap dana dari pemerintah pusat yang nilainya tidak begitu besar. Untuk itu, perlu menggali sumber pendapatan dari daerah sendiri untuk membiayai pembangunan di Kota Pontianak.
“Kita bersyukur dari tahun 2009 Pendapatan Asli Daerah yang hanya Rp 63 miliar, tahun ini sudah bisa mencapai Rp 336 miliar. Nah, itulah yang bisa kita gunakan untuk pembangunan,” katanya.

Yang terpenting, menurutnya, bagaimana menjaga kawasan-kawasan yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti misalnya kawasan Pontianak Kota, Pontianak Selatan dan Tenggara.

“Kawasan tersebut berkontribusi terhadap PAD itu lebih dari 60 persen. Nah, sehingga kawasan itu harus kita jaga infrastrukturnya dan segala hal lainnya supaya PAD dari kawasan itu terus meningkat,” terang Midji.
Tuntutan masyarakat terhadap dana pembangunan dibagi rata setiap wilayah, dijelaskan Wali Kota Pontianak,

Sutarmidji, tidak bisa dipenuhi karena jika itu diterapkan, PAD di kawasan tersebut akan berkurang. Penyebabnya, kawasan yang menjadi ladang PAD butuh dana pembangunan yang lebih besar supaya tidak terlihat kumuh, tidak terjaga dan tidak tertata.

“Kalau sudah tidak tertata dan tidak terjaga, kawasan-kawasan itu bisa berkurang PAD-nya,” tambahnya.
Midji tak ingin masyarakat beranggapan ada kawasan yang merasa dianaktirikan pembangunannya. Padahal, kawasan-kawasan tertentu memang harus dijaga sebagai sumber PAD untuk menunjang biaya pembangunan di kawasan-kawasan lainnya.

“Saya optimis dengan kebersamaan, masyarakat memahami, peduli dengan kotanya, Insya Allah Pontianak ini akan maju dan berkembang, tidak kalah dengan kota-kota lainnya,” tuturnya.

Untuk percepatan pembangunan, Midji mengajak masyarakat turut berpartisipasi dengan taat bayar pajak dan retribusi. Ia pun menilai tarif retribusi sampah terlalu rendah ketimbang biaya operasional. Untuk itu pihaknya akan meningkatkan tarif retribusi sampah untuk menjadikan Kota Pontianak lebih bersih. (jim/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1325 kali