Cegah Anak dari Kecanduan Ngelem

PONTIANAK, KB1- Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, Alik Rosyad prihatin masih maraknya aksi ngelem dilakukan para di daerah ini. Ia mengendus,  hampir setiap kabupaten di Kalbar,  anak remaja kecanduan ngelem. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan orang tua.

KPAID sendiri bukanlah tanpa upaya. Lembaga ini telah mengkampanyekan anti ngelem sejak tiga tahun lalu di tiap kabupaten. Setiap tahunnya tiap anak ditemukan dalam kasus ini. Alik mengatakan persoalan ini akan terus meluas apa lagi kasus ini melibatkan anak-anak ditambah lagi kemudahan dan kemuraahan  yang barang tersebut.

Dari hasil data yang dikumpulkan kasus ini banyak menyerang kelompokan anak-anak menengah kebawah baik secara pendidikan maupun ekonomi.  Untuk  itu, harus dilakukan upayakan penangulangan dari pokok persoalannya yakni masalah kemiskinan dan pendidikan yang masih kurang dari perhatian pemerintah.

Baca :  Daftar ke PKB, Andi Harun-Sugioto (Rico) Berpasangan Maju Pilwako Pontianak

Sementara dari pedagang sendiri tampak sedikit kesulitan untuk tidak menjualkan lem ke pada anak karena bisa saja si anak membeli lem dengan alasan beragam seperti untuk membuat kerajinan ataupun untuk memperbaiki sendal, sepatu dan lain-lain.

Harus menjadi perhatian yaitu keterlibatan keluarga karena dari  situ kita bisa mengurangi meluasnya kasus   ini. Seperti orang tua harus lebih memberikan perhatian dan waktu yang lebih banyak untuk anak-anak mereka. “Mungkin orang banyak yang tidak tahu apa yang dilakukan anaknya diluar,” tuturnya. (sai/01)

Facebook Comments

Artikel ini telah dibaca 1377 kali