Kapolri Minta Desk Ketenagakerjaan Dampingi Buruh Terdampak PHK

Ilustrasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta Desk Ketenagakerjaan Polri memperkuat pendampingan bagi buruh terdampak PHK demi menjaga kesejahteraan dan iklim investasi. Foto: StockSnap dari Pixabay

KalbarOke.com – Kepala Kepolisian RI Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta Desk Ketenagakerjaan Polri memperkuat pendampingan terhadap pekerja, terutama buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Pendampingan tersebut diarahkan untuk meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat gelombang PHK di sejumlah sektor industri.

Arahan itu disampaikan Sigit saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia di PT Victory Chinglu Indonesia, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

“Kita ingin apa pun yang terjadi bisa dimitigasi seminimal mungkin agar tidak berdampak besar kepada rekan-rekan buruh. Desk Ketenagakerjaan harus betul-betul memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi buruh yang terdampak PHK,” ujar Sigit dalam sambutannya.

Baca :  Istri Jenderal Hoegeng, Meriyati Hoegeng, Wafat di Usia 100 Tahun

Kapolri menegaskan, melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri berupaya hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga sebagai pendamping saat buruh memperjuangkan hak-haknya. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha.

Sigit juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Dengan iklim usaha yang tumbuh, kata dia, peluang terciptanya lapangan kerja baru bagi buruh yang terdampak PHK akan semakin terbuka.

“Kita terus mendorong agar iklim investasi tetap tumbuh, sehingga ada ruang-ruang kerja baru bagi teman-teman buruh yang terdampak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sigit kembali menegaskan komitmen Polri untuk mendukung perjuangan buruh dalam mewujudkan kesejahteraan. Ia menyebut perjuangan buruh bukan hanya agenda serikat pekerja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Baca :  Pemerintah Cabut 85 Ribu Hektare HGU di Lahan TNI AU

“Di usia ke-53 ini, perjuangan buruh untuk mewujudkan kesejahteraan adalah perjuangan kita bersama. Polri akan terus mendukung apa yang menjadi aspirasi dan perjuangan rekan-rekan buruh,” kata Sigit.

Kapolri menambahkan, hubungan industrial yang harmonis menjadi kunci agar operasional perusahaan tetap berjalan dan kesejahteraan pekerja terjaga. Ia berharap dunia usaha dan pekerja dapat terus membangun dialog yang konstruktif demi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya. (*/)