Indeks

Laba NAIK Jadi Rp397,55 Miliar, Bank Kalbar Catat Pertumbuhan Positif Hingga Triwulan III 2026

Bank Kalbar mencatatkan pertumbuhan kredit Rp18,09 triliun, laba Rp397,55 miliar, dan rasio CASA 70,16% hingga Triwulan III 2026. (Foto: Dok.)

KalbarOke.Com — Bank Kalbar terus menunjukkan performa keuangan yang solid dan positif hingga memasuki Triwulan III Tahun 2026. Di tengah ketatnya dinamika industri perbankan nasional, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat ini sukses mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit, peningkatan profitabilitas laba, serta penguatan struktur pendanaan murah.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menegaskan bahwa capaian impresif tersebut merupakan buah dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis, menjaga efisiensi operational, serta mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

“Pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kualitas aset dan efisiensi pendanaan. Karena itu, Bank Kalbar tidak hanya berfokus pada peningkatan penyaluran kredit, tetapi juga memperkuat struktur dana dan menjaga prinsip kehati-hatian agar kinerja dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Rokidi.

Berdasarkan catatan kinerja hingga September 2026, total penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Kalbar mencapai Rp18,09 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 4,99 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan periode September 2025 yang tercatat sebesar Rp17,23 triliun.

Pertumbuhan penyaluran dana tersebut berbanding lurus dengan peningkatkan profitabilitas perbankan. Bank Kalbar berhasil mengantongi perolehan laba sebesar Rp397,55 miliar per September 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 2,82 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sisi efisiensi biaya dana, Bank Kalbar secara konsisten memfokuskan strategi pada peningkatan Current Account Saving Account (CASA) yang bersumber dari tabungan dan giro. Hasilnya, rasio CASA Bank Kalbar melonjak hingga menyentuh angka 70,16 persen per September 2026.

“Penguatan CASA menjadi salah satu prioritas kami. Kami ingin membangun struktur pendanaan yang semakin sehat dan efisien, sehingga Bank Kalbar dapat terus meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” jelas Rokidi.

Di tengah ekspansi bisnis yang agresif, manajemen Bank Kalbar tetap berhasil menjaga kualitas kesehatan asetnya. Hal ini dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level sangat aman, yakni NPL Net sebesar 0,86 persen dan NPL Gross di angka 2,35 persen.

Dengan pijakan fondasi bisnis yang kokoh hingga Triwulan III 2026, Bank Kalbar optimistis mampu menutup tahun buku dengan kinerja yang kompetitif sekaligus terus menjadi pendorong utama roda perekonomian di Kalimantan Barat.


Ringkasan Berita:

  • Penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Kalbar hingga September 2026 mencapai Rp18,09 triliun (tumbuh 4,99% YoY).
  • Perolehan laba bersih Bank Kalbar berhasil mencapai Rp397,55 miliar (tumbuh 2,82% YoY).
  • Struktur pendanaan murah (CASA) Bank Kalbar semakin efisien dengan rasio menyentuh 70,16 persen.
  • Kualitas aset terjaga prima dengan tingkat risiko NPL Net sebesar 0,86% dan NPL Gross sebesar 2,35%.
  • Dirut Bank Kalbar Rokidi menegaskan komitmen perusahaan untuk bertumbuh secara sehat, efisien, dan berprinsip kehati-hatian.
Exit mobile version