KalbarOke.com — Komisi Pemberantasan Korupsi tidak hanya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Madiun, Jawa Timur. Lembaga antirasuah itu juga membenarkan tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa tangkap tangan di wilayah Pati, Jawa Tengah.
Informasi mengenai OTT di Pati mengemuka saat KPK menyampaikan perkembangan OTT di Madiun. KPK menegaskan, hingga kini tim masih bekerja di lapangan dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak. Namun, lembaga ini belum merinci identitas maupun status para pihak yang diamankan dalam OTT di Pati.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyelidikan di wilayah Pati masih berlangsung. “KPK masih mendalami dan meminta publik menunggu informasi resmi terkait konstruksi perkara serta pihak-pihak yang terlibat,” kata Budi.
Menurut Budi, KPK juga belum membenarkan informasi mengenai hubungan pihak-pihak yang diamankan dengan kepala daerah setempat. Termasuk kabar soal adanya pihak yang berperan sebagai pengumpul uang dalam operasi tersebut. “Semua akan disampaikan setelah pemeriksaan awal rampung,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pati Sudewo terlihat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa pagi. Ia datang sekitar pukul 10.34 WIB usai menjalani pemeriksaan awal di Polres Kudus. Sudewo tidak memberikan pernyataan kepada awak media dan hanya melambaikan tangan singkat sebelum masuk ke gedung KPK.
KPK menyatakan Sudewo terjaring OTT terkait dugaan praktik korupsi dalam pengisian sejumlah jabatan. Sebelum dibawa ke Jakarta, Sudewo telah menjalani pemeriksaan selama 1×24 jam di Polres Kudus dan baru meninggalkan gedung kepolisian itu pada pukul 00.14 WIB.
Hingga saat ini, KPK belum mengumumkan status hukum Sudewo maupun pihak-pihak lain yang diamankan dalam OTT di Pati. Lembaga antirasuah itu memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru dalam waktu dekat. (*/)






