KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991, Kapal Rumah Sakit TNI AL Jadi Duta Kemanusiaan Indonesia di Samudra

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 menjadi simbol kekuatan kemanusiaan TNI AL. Kapal rumah sakit megah buatan PT PAL ini melayani warga pelosok hingga menjalankan diplomasi maritim ke negara Pasifik. Foto: tangkapan layar YouTube PonTV

KalbarOke.com – Pernahkah membayangkan sebuah rumah sakit besar dengan fasilitas canggih yang tidak berdiri di atas daratan, melainkan berlayar membelah ombak di tengah samudra? Gambaran itu kini menjadi nyata melalui kehadiran KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991, kapal rumah sakit kebanggaan TNI Angkatan Laut yang menjadi oase kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil Indonesia hingga mancanegara.

Berwarna putih, berpostur gagah, dan menghadirkan kesan menenangkan, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 berada di bawah jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmada III Sorong. Kapal ini merupakan hasil karya anak bangsa yang dibangun oleh PT PAL Indonesia, sekaligus menjadi bukti kemampuan industri pertahanan nasional dalam mendukung misi non-tempur.

Lebih dari sekadar alat utama sistem persenjataan (alutsista), KRI Wahidin mengemban tugas mulia: memberikan layanan medis dan pengobatan bagi prajurit TNI serta masyarakat yang sulit mengakses fasilitas kesehatan di darat. Kapal ini juga disiapkan sebagai unit reaksi cepat dalam penanggulangan bencana dan operasi pencarian serta pertolongan (SAR).

Baca :  Resep Ampuh Sinusitis dr. Zaidul Akbar: Bonggol Nanas dan Habbatussauda Jadi Solusi Alami yang Powerful

Pada tahun 2024, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 mencatatkan sejarah penting. Kapal rumah sakit ini menempuh ribuan mil laut dalam misi diplomasi maritim ke sejumlah negara Pasifik, di antaranya Solomon Islands, Fiji, Vanuatu, hingga Papua Nugini. Di setiap negara yang disinggahi, kapal ini melayani rata-rata sekitar 300 pasien, menjadikannya simbol nyata kehadiran Indonesia dalam misi kemanusiaan global.

Komandan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991, Kolonel Laut (P) Edi Herdiana, menegaskan bahwa kapasitas kapal ini setara dengan rumah sakit besar di darat. “Jangan remehkan isinya. Kapal ini seperti rumah sakit tipe B di daratan,” ujarnya.

Di dalamnya, KRI Wahidin dilengkapi delapan poli spesialis, mulai dari kebidanan, THT, hingga kesehatan mata. Tak hanya itu, tersedia lima ruang operasi dengan peralatan medis modern seperti CT scan, X-ray, serta fasilitas sterilisasi alat medis berstandar tinggi.

Baca :  Dugaan Sabotase Jembatan Bailey di Aceh, Baut Dilepas Bahayakan Warga

Tenaga medis KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991, Letnan Satu Laut (K) drg. Aland Novrian, menyebut kapal ini dirancang untuk mendukung pelayanan kesehatan yang komprehensif, bahkan di tengah laut sekalipun.

Tak berhenti pada layanan kesehatan, KRI Wahidin juga memiliki fungsi multifungsi. Ruang muat kapal yang luas memungkinkan pengangkutan logistik dan alat berat untuk didistribusikan ke wilayah terdampak bencana.

Panglima Koarmada RI, Laksdya TNI Denih Hendrata, menegaskan bahwa kehadiran KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 menunjukkan wajah lain kekuatan militer Indonesia. “Kekuatan kita tidak hanya soal senjata, tetapi juga soal kemanusiaan,” ujarnya.

Menembus batas samudra, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo 991 kini berdiri sebagai simbol harapan, kepedulian, dan diplomasi damai Indonesia—menghadirkan layanan kesehatan bagi yang membutuhkan, sekaligus memperkuat persahabatan antarbangsa. (*/)