Kilang Cilacap Siaga Mudik Lebaran 1447 H, Inovasi Block Mode Jaga Pasokan BBM

Kilang Cilacap memastikan pasokan BBM tetap aman menjelang mudik Idul Fitri 1447 H melalui inovasi operasional Block Mode dan optimalisasi produksi. Foto: dok Pertamina

KalbarOke.com — Aktivitas di Kilang Cilacap tetap berjalan tanpa henti menjelang arus mudik dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Para pekerja kilang memastikan produksi bahan bakar minyak (BBM) tetap stabil guna memenuhi lonjakan kebutuhan energi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.

Kilang terbesar milik Pertamina tersebut menjadi salah satu tulang punggung pasokan energi nasional, terutama selama periode peningkatan konsumsi BBM menjelang Lebaran. Salah satu upaya menjaga keandalan produksi dilakukan melalui inovasi operasional bernama Block Mode yang mulai diterapkan sejak Mei 2024.

Inovasi Pengolahan Minyak Mentah

Manager Refinery Business & Optimization Kilang Cilacap, Endah Purbarani, mengatakan inovasi tersebut memungkinkan kilang mengolah campuran minyak mentah secara lebih fleksibel dan efisien.

Sebelumnya, Kilang I Cilacap lebih banyak mengandalkan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Melalui Block Mode, kilang kini dapat mengolah berbagai jenis minyak mentah dengan karakteristik serupa.

Baca :  Buronan Interpol Steven Lyons Ditangkap di Bali, Polri Tegaskan Indonesia Bukan Tempat Aman

“Block Mode merupakan hasil kolaborasi tim Kilang Cilacap yang didukung penuh oleh kantor pusat. Inovasi ini memungkinkan pengolahan crude mix sehingga dapat meningkatkan yield produk bernilai tinggi sekaligus memperkuat kinerja kilang,” kata Endah, Senin, 9 Maret 2026.

Selain itu, kilang juga menerapkan metode cocktail crude, yaitu proses pencampuran beberapa jenis minyak mentah untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional.

Suplai 34 Persen Kebutuhan BBM Nasional

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menjelaskan Kilang Cilacap memiliki kapasitas produksi sekitar 348 ribu barel per hari. Dengan kapasitas tersebut, kilang ini menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional, menjadikannya salah satu fasilitas pengolahan energi paling strategis di Indonesia.

Menurut Agustiawan, saat ini operasional kilang berjalan normal dan stok BBM berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan. “Kilang Cilacap beroperasi optimal untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu atau informasi yang tidak jelas terkait ketersediaan BBM,” ujarnya.

Baca :  Menkeu Purbaya: Perempuan Penopang Ekonomi, Kartini Bukan Sekadar Emansipasi

Jaga Keandalan Pasokan Energi

Pihak kilang juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran operasional serta distribusi energi selama masa mudik Lebaran. Agustiawan menegaskan sinergi operasional menjadi kunci untuk menjaga keandalan kilang sehingga pasokan energi tetap terjamin.

“Melalui sinergi operasional dan komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan, kami berupaya menjaga keandalan kilang sehingga masyarakat dapat menjalankan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” katanya.

Bagi masyarakat Cilacap dan sekitarnya, kilang ini bukan sekadar fasilitas industri, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Dari fasilitas inilah energi diproduksi untuk menggerakkan kendaraan yang membawa jutaan pemudik pulang ke kampung halaman saat Lebaran. (*/)